Landing page adalah halaman web yang dibuat secara khusus untuk mengarahkan pengunjung melakukan satu tindakan utama, seperti membeli produk, mengisi formulir, mendaftar webinar, menghubungi bisnis, mencoba aplikasi, atau mengunduh materi.
Sekilas, landing page memang terlihat seperti halaman website biasa.
Namun ada satu perbedaan besar: landing page tidak dibuat agar pengunjung menjelajahi banyak halaman. Landing page dibuat agar pengunjung mengambil tindakan tertentu.
Bayangkan Anda melihat iklan bertuliskan:
“Konsultasi Website Gratis untuk Bisnis Anda.”
Anda tertarik dan mengklik iklan tersebut.
Idealnya, Anda langsung diarahkan ke halaman yang menjelaskan layanan tersebut, manfaatnya, portfolio, testimonial, serta tombol untuk menjadwalkan konsultasi.
Bukan ke homepage yang memiliki menu:
Tentang Kami — Blog — Karier — Produk — Kontak — Berita — Galeri.
Semakin banyak pilihan yang tidak relevan, semakin besar kemungkinan pengunjung kehilangan fokus.
Itulah alasan landing page menjadi salah satu elemen penting dalam digital marketing, advertising, lead generation, dan conversion rate optimization.
Dalam artikel ini kita akan membahas apa itu landing page, arti landing page, fungsi landing page, jenisnya, strukturnya, contoh penggunaannya, hingga perbedaannya dengan homepage dan website biasa.
Table of Contents
- Apa Itu Landing Page?
- Apa Arti Landing Page?
- Landing Page Itu Apa? Penjelasan Sederhana
- Apa yang Dimaksud dengan Conversion pada Landing Page?
- Fungsi Landing Page
- 1. Meningkatkan Fokus Pengunjung
- 2. Mendukung Conversion Campaign
- 3. Mengumpulkan Leads
- 4. Menjual Produk Secara Lebih Fokus
- 5. Mempermudah Pengukuran Campaign
- 6. Menguji Pesan Marketing
- Contoh Penggunaan Landing Page dalam Bisnis
- Landing Page Webinar
- Landing Page Produk
- Landing Page Jasa
- Landing Page Properti
- Landing Page Aplikasi
- Landing Page Promo
- Contoh Landing Page Sederhana
- Hero
- Benefit
- Price List
- Testimonial
- Area Layanan
- CTA
- Landing Page vs Homepage: Apa Bedanya?
- Landing Page vs Website
- Struktur Landing Page yang Baik
- 1. Headline
- 2. Subheadline
- 3. Hero Visual
- 4. Call-to-Action
- 5. Benefit
- 6. Social Proof
- 7. FAQ
- 8. Final CTA
- Anatomi Landing Page dalam Bentuk Sederhana
- Mengapa Landing Page Penting untuk Digital Marketing?
- Hubungan Landing Page dengan Google Ads
- Landing Page Harus Mobile-Friendly
- Apakah Landing Page Bagus untuk SEO?
- Landing Page dan SEO Topic Cluster
- Bagaimana Cara Membuat Landing Page?
- 1. Tentukan Conversion Goal
- 2. Tentukan Audience
- 3. Tentukan Value Proposition
- 4. Buat Struktur
- 5. Buat Desain Mobile-First
- 6. Bangun Halaman
- 7. Pasang Analytics
- 8. Test
- Kesalahan Landing Page yang Sering Terjadi
- Terlalu Banyak CTA
- Headline Tidak Jelas
- Terlalu Banyak Form Field
- Tidak Ada Bukti
- Tidak Mobile-Friendly
- Kapan Bisnis Sebaiknya Menggunakan Landing Page?
- Apakah Bisnis Kecil Membutuhkan Landing Page?
- FAQ Seputar Landing Page
- Apa yang dimaksud dengan landing page?
- Apa arti landing page?
- Apa fungsi landing page?
- Apa bedanya landing page dan website?
- Apa bedanya landing page dan homepage?
- Apakah landing page harus memiliki form?
- Apakah landing page harus tanpa menu?
- Apakah landing page bisa digunakan untuk SEO?
- Berapa conversion rate landing page yang bagus?
- Apakah landing page wajib mobile-friendly?
- Apakah WordPress bisa digunakan membuat landing page?
- Kesimpulan
Apa Itu Landing Page?

Landing page adalah halaman tujuan yang dikunjungi seseorang setelah mengklik suatu link atau campaign dan dirancang untuk mendorong satu conversion goal tertentu.
Conversion tersebut dapat berupa:
- pembelian;
- pendaftaran;
- pengisian formulir;
- booking konsultasi;
- reservasi;
- download aplikasi;
- download e-book;
- request quotation;
- klik WhatsApp;
- trial software;
- subscribe newsletter.
Google Ads sendiri mendefinisikan landing page secara sederhana sebagai halaman web tempat seseorang tiba setelah mengklik sebuah iklan.
Namun dalam praktik digital marketing, landing page biasanya dirancang lebih spesifik daripada sekadar halaman tujuan biasa.
Halaman tersebut harus meneruskan konteks yang sebelumnya dilihat pengguna.
Misalnya seseorang mengklik iklan:
“Website Company Profile Mulai dari RpX Juta.”
Maka landing page idealnya langsung membahas:
- jasa pembuatan company profile;
- apa yang didapat;
- contoh website;
- proses pengerjaan;
- estimasi biaya;
- CTA konsultasi.
Bukan mengarahkan pengguna ke homepage umum tanpa konteks.
Google juga secara eksplisit menyarankan agar landing page memiliki hubungan erat dengan iklan dan keyword yang membawa pengguna ke halaman tersebut karena relevansi dan usefulness landing page termasuk bagian dari evaluasi pengalaman landing page pada Google Ads.
Apa Arti Landing Page?
Secara bahasa, landing berarti “mendarat”, sedangkan page berarti “halaman”.
Jadi arti landing page secara literal adalah:
halaman tempat pengunjung mendarat.
Istilah tersebut muncul karena seseorang biasanya sampai ke landing page setelah melakukan suatu tindakan sebelumnya.
Contohnya:
Google Search → klik iklan → landing page
atau:
Instagram Ads → klik CTA → landing page
atau:
email marketing → klik promo → landing page
atau:
TikTok → klik link bio → landing page
Karena pengguna sudah memiliki konteks sebelum masuk, landing page sebaiknya melanjutkan pesan tersebut.
Inilah konsep yang sering disebut message match.
Jika iklan mengatakan:
Diskon sepatu 20%.
Tetapi setelah diklik halaman malah menampilkan katalog pakaian secara umum, pengguna akan merasa tidak menemukan apa yang mereka harapkan.
Google Ads bahkan menjadikan kecocokan antara iklan, keyword, dan halaman tujuan sebagai salah satu rekomendasi utama untuk meningkatkan landing page experience.
Landing Page Itu Apa? Penjelasan Sederhana
Jika masih bertanya landing page itu apa, bayangkan seorang sales yang hanya memiliki beberapa menit untuk meyakinkan calon pelanggan.
Sales tersebut tidak akan menjelaskan seluruh sejarah perusahaan dari awal.
Ia akan fokus pada:
- kebutuhan calon pelanggan;
- solusi yang ditawarkan;
- manfaat;
- bukti;
- tindakan berikutnya.
Landing page bekerja dengan prinsip serupa.
Karena itu, struktur landing page biasanya terlihat seperti:
Headline → Value Proposition → Benefit → Social Proof → Penjelasan → CTA
Bukan:
Homepage → Menu → Berita → Tentang Perusahaan → Galeri → Puluhan Link.
Apa yang Dimaksud dengan Conversion pada Landing Page?
Anda akan sering menemukan kata conversion ketika mempelajari landing page.
Conversion adalah ketika pengguna melakukan tindakan yang memang menjadi tujuan halaman.
Misalnya sebuah landing page mendapatkan:
1.000 pengunjung
dan:
70 orang mengisi form konsultasi.
Maka conversion rate-nya adalah:
70 ÷ 1.000 × 100 = 7%
Namun angka conversion rate yang baik sangat bergantung pada industri, sumber traffic, penawaran, harga produk, dan definisi conversion.
Sebagai referensi, benchmark Unbounce berdasarkan lebih dari 41.000 landing page, 464 juta pageviews, dan 57 juta conversion menemukan median conversion rate lintas industri sekitar 6,6%.
Angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai benchmark umum, bukan target universal.
Landing page SaaS, properti, e-commerce, jasa profesional, dan webinar tentu memiliki karakter conversion yang berbeda.
Fungsi Landing Page
Secara umum, fungsi landing page adalah mengubah traffic menjadi tindakan yang bernilai bagi bisnis.
Namun jika dibedah lebih jauh, landing page memiliki beberapa fungsi penting.
1. Meningkatkan Fokus Pengunjung
Homepage biasanya memiliki banyak tujuan.
Pengunjung dapat:
- membaca profil perusahaan;
- melihat produk;
- membuka blog;
- mengecek portfolio;
- membaca lowongan;
- melihat alamat;
- menghubungi perusahaan.
Landing page mempersempit pilihan tersebut.
Misalnya:
Download Panduan Gratis
Seluruh halaman kemudian diarahkan untuk membuat pengunjung memahami mengapa panduan tersebut berguna dan akhirnya mengunduhnya.
2. Mendukung Conversion Campaign
Landing page sering digunakan dalam:
- Google Ads;
- Meta Ads;
- TikTok Ads;
- email marketing;
- affiliate campaign;
- influencer campaign;
- SEO;
- webinar;
- event;
- product launch.
Tujuannya adalah memastikan traffic yang sudah diperoleh tidak berhenti pada kunjungan saja.
Google menyebut landing page memiliki peran besar dalam mengubah klik iklan menjadi pelanggan, dan landing page yang sesuai dengan iklan serta keyword dapat membantu pengalaman pengguna menjadi lebih relevan.
3. Mengumpulkan Leads
Salah satu fungsi landing page yang paling umum adalah lead generation.
Contohnya sebuah software house memiliki landing page:
Konsultasikan Ide Aplikasi Anda
Pengunjung kemudian mengisi:
- nama;
- email;
- nomor WhatsApp;
- kebutuhan proyek.
Data tersebut menjadi lead yang dapat ditindaklanjuti tim sales.
4. Menjual Produk Secara Lebih Fokus
Landing page juga dapat digunakan untuk direct selling.
Misalnya:
Landing page skincare → benefit → ingredients → testimonial → harga → CTA beli
atau:
Landing page course → curriculum → instructor → testimonial → harga → daftar
Berbeda dengan toko online dengan puluhan produk, halaman tersebut fokus menjual satu produk atau satu campaign.
Jika bisnis Anda membutuhkan website commerce yang lebih lengkap, pendekatan landing page dapat digabungkan dengan struktur website jualan online.
5. Mempermudah Pengukuran Campaign
Karena biasanya memiliki satu conversion goal, performa landing page relatif mudah diukur.
Beberapa metric yang biasa dipantau antara lain:
- visitors;
- conversion;
- conversion rate;
- bounce atau engagement;
- form completion;
- click-through rate CTA;
- cost per lead;
- cost per acquisition;
- revenue per visitor.
Dengan demikian, bisnis dapat mengetahui apakah campaign benar-benar menghasilkan outcome.
6. Menguji Pesan Marketing
Landing page juga sangat berguna untuk eksperimen.
Misalnya bisnis ingin mengetahui headline mana yang lebih efektif:
Versi A
Software HR untuk Perusahaan Modern
Versi B
Kelola Absensi, Payroll, dan Cuti Karyawan dalam Satu Sistem
Keduanya dapat diuji menggunakan A/B testing.
Hal serupa dapat dilakukan terhadap:
- CTA;
- hero image;
- form;
- harga;
- testimonial;
- panjang halaman;
- offer.
Contoh Penggunaan Landing Page dalam Bisnis
Agar lebih mudah memahami apa yang dimaksud dengan landing page, berikut beberapa contoh penggunaannya.
Landing Page Webinar

Tujuannya mendapatkan pendaftaran.
Struktur:
Headline webinar → tanggal → speaker → materi → benefit → form → CTA daftar
Landing Page Produk

Tujuannya mendapatkan penjualan.
Struktur:
Problem → produk → benefit → bukti → testimonial → harga → CTA beli
Landing Page Jasa

Tujuannya menghasilkan leads.
Struktur:
Headline → masalah → solusi → portfolio → proses → testimonial → konsultasi
Bisnis seperti web development misalnya dapat menggunakan landing page untuk mempromosikan layanan tertentu sebelum mengarahkan calon pelanggan ke halaman jasa pembuatan website.
Landing Page Properti

Tujuannya mendapatkan inquiry.
Informasi biasanya meliputi:
- foto properti;
- harga;
- spesifikasi;
- fasilitas;
- lokasi;
- floor plan;
- developer;
- CTA survey.
Landing Page Aplikasi

Tujuannya mendapatkan download atau signup.
Biasanya menampilkan:
- screenshot aplikasi;
- manfaat;
- fitur;
- rating;
- testimonial;
- CTA App Store / Google Play.
Landing Page Promo

Misalnya campaign:
Promo Ramadan 40%
Pengguna tidak perlu membaca seluruh website perusahaan.
Landing page cukup menjelaskan:
- promo;
- periode;
- produk;
- mekanisme;
- syarat;
- CTA.
Contoh Landing Page Sederhana
Landing page tidak harus panjang.
Untuk bisnis lokal, format sederhana bahkan sering sudah cukup.
Misalnya bisnis laundry di Bandung:
Hero
Laundry Antar-Jemput Area Bandung Mulai Rp7.000/kg
Pakaian bersih tanpa harus keluar rumah.
[Pesan via WhatsApp]
Benefit
- antar-jemput;
- pengerjaan cepat;
- harga transparan.
Price List
Tampilkan harga.
Testimonial
Tampilkan review.
Area Layanan
Bandung dan area sekitarnya.
CTA
Pesan Laundry Sekarang
Selesai.
Tidak harus memiliki 15 section.
Jika target bisnis Anda adalah pasar lokal, pendekatan yang sama dapat dikombinasikan dengan halaman regional seperti jasa pembuatan website Bandung atau jasa pembuatan website Jakarta.
Landing Page vs Homepage: Apa Bedanya?

Landing page dan homepage sering dianggap sama karena keduanya merupakan halaman web.
Padahal tujuan keduanya berbeda.
Elemen | Landing Page | Homepage |
|---|---|---|
Tujuan | Conversion spesifik | Mengenalkan keseluruhan website |
Navigasi | Minimal | Lengkap |
CTA | Biasanya satu utama | Bisa banyak |
Target audience | Lebih spesifik | Lebih luas |
Sumber traffic | Campaign/search tertentu | Beragam |
Konten | Fokus pada satu offer | Banyak kategori |
Pengukuran | Conversion oriented | Navigation & discovery |
Misalnya homepage web agency bisa memiliki:
Home — About — Services — Portfolio — Blog — Contact
Sedangkan landing page-nya bisa hanya membahas:
Jasa Pembuatan Website Company Profile
dan seluruh kontennya fokus pada layanan tersebut.
Untuk memahami ekosistem website secara lebih luas, Anda dapat membaca cara membuat website.
Landing Page vs Website
Pertanyaan “apakah landing page sama dengan website?” juga sangat sering muncul.
Jawabannya:
Tidak sepenuhnya sama.
Website merupakan kumpulan halaman yang saling terhubung.
Contohnya:
Homepage
├── Tentang Kami
├── Layanan
├── Portfolio
├── Blog
└── Kontak
Sedangkan landing page dapat berdiri sebagai satu halaman khusus:
Landing Page Campaign
├── Hero
├── Benefit
├── Social Proof
├── Offer
└── CTA
Landing page tetap merupakan bagian dari web, tetapi fungsi dan arsitekturnya lebih terfokus.
Struktur Landing Page yang Baik
Tidak ada struktur tunggal yang wajib dipakai.
Namun sebagian besar landing page efektif memiliki beberapa elemen berikut.
1. Headline
Headline harus menjawab:
Apa yang ditawarkan?
Contoh:
Buat Website Profesional untuk Bisnis Anda.
Lebih baik lagi jika menjelaskan outcome:
Ubah Pengunjung Website Menjadi Calon Pelanggan.
2. Subheadline
Subheadline memberikan detail tambahan.
Contoh:
Website dirancang sesuai kebutuhan bisnis, responsif di semua perangkat, dan siap digunakan untuk mendukung pemasaran digital.
3. Hero Visual
Visual dapat berupa:
- screenshot produk;
- foto produk;
- mockup aplikasi;
- portfolio;
- video demo;
- foto layanan.
Gunakan visual yang menjelaskan offer, bukan hanya dekorasi.
4. Call-to-Action
CTA memberi tahu pengguna tindakan berikutnya.
Contoh CTA:
- Coba Gratis
- Pesan Sekarang
- Jadwalkan Konsultasi
- Download Panduan
- Lihat Harga
- Daftar Webinar
CTA seperti Submit atau Klik Di Sini biasanya kurang memberikan konteks.
5. Benefit
Jelaskan hasil, bukan hanya fitur.
Fitur:
Dashboard real-time.
Benefit:
Pantau performa bisnis tanpa menunggu laporan manual.
6. Social Proof
Social proof membantu membangun trust.
Contohnya:
- testimonial;
- client logos;
- review;
- rating;
- jumlah pengguna;
- case study;
- hasil campaign.
7. FAQ
FAQ berguna untuk mengurangi keraguan sebelum pengguna melakukan conversion.
Contohnya:
- berapa lama prosesnya?
- apakah ada biaya tambahan?
- bagaimana pembayaran?
- apakah bisa refund?
- apakah tersedia support?
8. Final CTA
Pengunjung yang sudah membaca sampai bawah biasanya memiliki intent lebih tinggi.
Karena itu ulangi CTA di akhir halaman.
Anatomi Landing Page dalam Bentuk Sederhana

Struktur dasarnya dapat digambarkan seperti ini:
LOGO
HEADLINE
Subheadline
[ CTA ]
HERO IMAGE
------------------------
SOCIAL PROOF
------------------------
MASALAH
------------------------
SOLUSI
------------------------
BENEFIT
Benefit 1
Benefit 2
Benefit 3
------------------------
PRODUCT DEMO
------------------------
CARA KERJA
1 → 2 → 3
------------------------
TESTIMONIAL
------------------------
FAQ
------------------------
FINAL CTA
Jika Anda ingin melihat berbagai implementasi visualnya, kami sudah merangkum contoh landing page inspiratif dari SaaS, F&B, properti, UMKM, jasa, portfolio hingga e-commerce.
Mengapa Landing Page Penting untuk Digital Marketing?
Bayangkan sebuah perusahaan mengeluarkan Rp10 juta untuk Google Ads.
Iklannya menarik.
CTR bagus.
Traffic masuk.
Namun semuanya diarahkan ke homepage yang memiliki puluhan menu.
Pengunjung kemudian harus mencari sendiri produk yang sebelumnya mereka lihat di iklan.
Sebagian berhasil.
Sebagian lainnya pergi.
Masalahnya bukan pada iklan.
Masalahnya adalah continuity setelah klik hilang.
Google Ads sendiri menjelaskan bahwa pengguna mengharapkan halaman tujuan relevan dengan pesan iklan yang mereka klik.
Karena itu landing page berfungsi sebagai penghubung antara:
Intent → Click → Information → Trust → Action
Semakin banyak friction di sepanjang jalur tersebut, semakin sulit conversion terjadi.
Hubungan Landing Page dengan Google Ads
Landing page memiliki dampak langsung terhadap pengalaman campaign Google Ads.
Google menyebut Quality Score memiliki tiga komponen diagnostik:
- expected CTR;
- ad relevance;
- landing page experience.
Landing page experience mengevaluasi apakah halaman berguna dan relevan bagi orang yang mengklik iklan.
Karena itu ketika membuat campaign:
keyword → ad → landing page
ketiganya sebaiknya berbicara tentang intent yang sama.
Contoh yang buruk:
Keyword: jasa website toko online
Iklan: Buat Toko Online Profesional
Landing page: homepage agency generik
Contoh yang lebih relevan:
Keyword: jasa website toko online
Iklan: Buat Toko Online Profesional
Landing page: halaman khusus jasa pembuatan toko online
Pendekatan tersebut dapat Anda lihat pada halaman jasa pembuatan website toko online.
Landing Page Harus Mobile-Friendly
Saat membuat landing page, jangan mendesain desktop dahulu lalu sekadar memperkecil layout untuk mobile.
Google menyarankan memastikan landing page mobile-friendly, terutama karena banyak calon pelanggan mengakses website melalui perangkat seluler.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- tombol mudah ditekan;
- font mudah dibaca;
- form tidak terlalu panjang;
- layout tidak horizontal scroll;
- hero tidak terlalu tinggi;
- CTA muncul relatif cepat;
- gambar dikompres;
- halaman cepat dimuat.
Google juga pernah mencatat bahwa pada konteks retail, keterlambatan sekitar satu detik di perangkat mobile dapat berdampak besar terhadap conversion.
Artinya performa bukan hanya urusan developer.
Speed adalah bagian dari conversion experience.
Apakah Landing Page Bagus untuk SEO?
Bisa.
Landing page tidak harus selalu digunakan untuk paid advertising.
Landing page juga dapat dibangun untuk organic search.
Misalnya pengguna mencari:
- jasa pembuatan website Jakarta;
- jasa website Bandung;
- jasa website UMKM;
- jasa website company profile.
Daripada mengarahkan semua keyword tersebut ke homepage, bisnis dapat memiliki landing page yang secara khusus menjawab intent masing-masing.
Contohnya:
- jasa pembuatan website Jakarta;
- jasa pembuatan website Bandung;
- jasa website UMKM;
- jasa website company profile.
Namun pendekatan local SEO seperti ini harus dilakukan secara berkualitas.
Jangan membuat 50 halaman kota yang isinya sama persis dan hanya mengganti nama kota.
Landing page lokal yang baik seharusnya benar-benar relevan terhadap wilayah target.
Landing Page dan SEO Topic Cluster
Landing page juga dapat menjadi bagian dari topic cluster.
Sebagai contoh, cluster AltiveDev dapat memiliki struktur:
Pillar Topic: Website
↓
Landing Page
↓
Supporting content:
- apa itu landing page;
- contoh landing page;
- cara membuat website;
- website bisnis;
- HTML;
- WordPress;
- website jualan online;
- web development.
Dengan internal linking yang natural, search engine mendapatkan konteks yang lebih kuat mengenai hubungan antartopik.
Pembaca juga memiliki jalur belajar yang jelas.
Jika ingin memahami bagian teknis pembuatan website, lanjutkan ke panduan:
- cara membuat website dengan HTML;
- cara membuat website dengan WordPress;
- atau memahami apa itu web development.
Bagaimana Cara Membuat Landing Page?
Secara umum prosesnya terdiri dari:
1. Tentukan Conversion Goal
Contoh:
mendapatkan konsultasi.
Jangan mulai dari desain.
Mulai dari objective.
2. Tentukan Audience
Siapa yang akan datang?
Apa masalah mereka?
Apa yang mereka cari?
3. Tentukan Value Proposition
Mengapa mereka harus memilih Anda?
4. Buat Struktur
Misalnya:
Hero → Problem → Solution → Benefit → Proof → CTA
5. Buat Desain Mobile-First
Prioritaskan layout smartphone sejak awal.
6. Bangun Halaman
Landing page dapat dibuat menggunakan:
- HTML/CSS/JavaScript;
- WordPress;
- website builder;
- framework;
- CMS;
- AI website builder.
Untuk pemula, beberapa panduan terkait yang dapat dipelajari adalah cara membuat website sendiri untuk pemula atau cara membuat website dengan AI.
7. Pasang Analytics
Minimal tracking:
- pageview;
- CTA click;
- form submit;
- purchase;
- WhatsApp click.
8. Test
Uji:
- headline;
- CTA;
- offer;
- form;
- pricing;
- social proof.
Landing page jarang menjadi sempurna pada versi pertama.
Kesalahan Landing Page yang Sering Terjadi
Terlalu Banyak CTA
Misalnya dalam satu hero:
Beli
Download
Daftar
Follow
Baca Blog
Hubungi Kami
Pengguna tidak tahu mana tindakan utama.
Headline Tidak Jelas
Contoh:
Empowering Your Digital Future.
Terdengar menarik tetapi tidak menjelaskan produknya.
Bandingkan:
Buat Website Bisnis Profesional Tanpa Harus Mengelola Teknis Sendiri.
Lebih jelas.
Terlalu Banyak Form Field
Jika hanya membutuhkan nomor WhatsApp untuk follow-up, jangan meminta 15 informasi.
Setiap field menambah effort.
Tidak Ada Bukti
Claim:
Agency terbaik.
Tidak terlalu berarti tanpa bukti.
Lebih baik tampilkan:
- project;
- case study;
- testimonial;
- client;
- result.
Tidak Mobile-Friendly
Hero bagus di desktop tetapi CTA baru terlihat setelah scroll panjang di mobile.
Ini sering terjadi ketika desain desktop hanya diperkecil.
Kapan Bisnis Sebaiknya Menggunakan Landing Page?
Landing page sangat berguna ketika Anda:
- menjalankan iklan;
- meluncurkan produk;
- menawarkan promo;
- mengumpulkan leads;
- mengadakan event;
- melakukan pre-order;
- menguji MVP;
- ingin mempromosikan satu layanan;
- menargetkan keyword lokal;
- mengumpulkan waiting list.
Startup yang masih menguji ide bahkan dapat menggunakan landing page sebelum membangun produk secara penuh.
Dalam konteks ini, landing page dapat menjadi salah satu alat validasi awal sebelum pengembangan Minimum Viable Product atau MVP.
Apakah Bisnis Kecil Membutuhkan Landing Page?
Tidak semua bisnis wajib memiliki landing page.
Namun bisnis kecil dapat memperoleh manfaat besar jika memiliki satu produk atau layanan yang ingin dipromosikan secara fokus.
Contohnya:
UMKM menjual catering.
Daripada menjalankan Instagram Ads menuju homepage yang penuh informasi perusahaan, campaign dapat diarahkan ke halaman:
Paket Catering Kantor Jakarta
Isi:
- menu;
- harga;
- minimum order;
- delivery area;
- testimonial;
- WhatsApp.
Jika Anda sedang membangun presence digital dari awal, baca juga panduan cara membuat website bisnis.
FAQ Seputar Landing Page
Apa yang dimaksud dengan landing page?
Landing page adalah halaman web yang dirancang untuk menerima traffic dari suatu sumber dan mengarahkannya menuju satu conversion goal, misalnya pembelian, pendaftaran, pengisian form, atau konsultasi.
Apa arti landing page?
Secara literal, landing page berarti halaman tempat pengunjung “mendarat” setelah mengklik sebuah link, seperti iklan, email, media sosial, atau hasil pencarian.
Apa fungsi landing page?
Fungsi landing page adalah mengubah traffic menjadi tindakan yang bernilai, seperti lead, signup, penjualan, download, atau booking.
Apa bedanya landing page dan website?
Website terdiri dari banyak halaman dan biasanya memiliki berbagai tujuan. Landing page biasanya lebih fokus pada satu penawaran dan satu tindakan utama.
Apa bedanya landing page dan homepage?
Homepage berfungsi sebagai pintu masuk utama website dan memiliki banyak navigasi. Landing page biasanya mengurangi distraksi dan fokus pada satu conversion goal.
Apakah landing page harus memiliki form?
Tidak.
Form hanya diperlukan ketika conversion goal membutuhkan data pengguna.
Landing page e-commerce misalnya dapat langsung menggunakan CTA Beli Sekarang.
Apakah landing page harus tanpa menu?
Tidak harus.
Namun campaign landing page sering mengurangi navigasi agar perhatian pengguna tidak terpecah.
Untuk halaman SEO evergreen, navigasi tetap dapat digunakan selama tidak mengganggu conversion.
Apakah landing page bisa digunakan untuk SEO?
Ya.
Landing page dapat menargetkan keyword produk, jasa, kategori, maupun lokasi selama kontennya relevan dan memberikan value kepada pengguna.
Berapa conversion rate landing page yang bagus?
Tidak ada angka universal.
Benchmark Unbounce berdasarkan lebih dari 41.000 landing page menemukan median conversion rate lintas industri sekitar 6,6%, tetapi performa sebaiknya dibandingkan dengan industri dan jenis conversion yang sama.
Apakah landing page wajib mobile-friendly?
Sangat disarankan.
Pengguna banyak mengakses internet melalui smartphone, sehingga CTA, form, layout, typography, visual, dan performa landing page harus tetap nyaman digunakan pada layar kecil.
Apakah WordPress bisa digunakan membuat landing page?
Bisa.
WordPress merupakan salah satu platform yang umum digunakan untuk membangun landing page dan website. Anda dapat mempelajari langkah dasarnya melalui panduan cara membuat website dengan WordPress.
Kesimpulan
Jadi, landing page adalah halaman web yang dibuat untuk membawa pengunjung dari sebuah intent menuju satu tindakan utama.
Pengunjung mungkin datang dari:
Google Ads.
Instagram.
SEO.
Email.
TikTok.
WhatsApp.
Namun setelah masuk ke landing page, pertanyaannya selalu sama:
Apakah halaman tersebut membuat pengguna memahami apa yang ditawarkan dan mempermudah mereka mengambil tindakan?
Landing page yang efektif umumnya memiliki:
- headline yang jelas;
- value proposition kuat;
- visual relevan;
- satu CTA utama;
- benefit yang mudah dipahami;
- social proof;
- struktur informasi yang logis;
- pengalaman mobile yang baik;
- kecepatan halaman yang memadai;
- message match dengan sumber traffic.
Landing page bukan sekadar halaman yang terlihat bagus.
Landing page adalah jembatan antara perhatian dan tindakan.
Iklan, SEO, media sosial, atau email dapat membawa orang sampai ke pintu.
Tetapi landing page-lah yang membantu menentukan apakah mereka hanya melihat-lihat—atau akhirnya menjadi lead dan pelanggan.
Jika setelah memahami konsepnya Anda ingin melihat penerapannya secara visual, lanjutkan ke panduan contoh landing page inspiratif untuk melihat berbagai struktur landing page berdasarkan jenis bisnis.




Comments
Have a question or feedback? Share it in the comments!