Landing Page Adalah: Pengertian Lengkap dan Contoh Penggunaannya

Landing Page Adalah: Pengertian Lengkap dan Contoh Penggunaannya

Landing page adalah halaman web yang dibuat secara khusus untuk mengarahkan pengunjung melakukan satu tindakan utama, seperti membeli produk, mengisi formulir, mendaftar webinar, menghubungi bisnis, mencoba aplikasi, atau mengunduh materi.

Sekilas, landing page memang terlihat seperti halaman website biasa.

Namun ada satu perbedaan besar: landing page tidak dibuat agar pengunjung menjelajahi banyak halaman. Landing page dibuat agar pengunjung mengambil tindakan tertentu.

Bayangkan Anda melihat iklan bertuliskan:

“Konsultasi Website Gratis untuk Bisnis Anda.”

Anda tertarik dan mengklik iklan tersebut.

Idealnya, Anda langsung diarahkan ke halaman yang menjelaskan layanan tersebut, manfaatnya, portfolio, testimonial, serta tombol untuk menjadwalkan konsultasi.

Bukan ke homepage yang memiliki menu:

Tentang Kami — Blog — Karier — Produk — Kontak — Berita — Galeri.

Semakin banyak pilihan yang tidak relevan, semakin besar kemungkinan pengunjung kehilangan fokus.

Itulah alasan landing page menjadi salah satu elemen penting dalam digital marketing, advertising, lead generation, dan conversion rate optimization.

Dalam artikel ini kita akan membahas apa itu landing page, arti landing page, fungsi landing page, jenisnya, strukturnya, contoh penggunaannya, hingga perbedaannya dengan homepage dan website biasa.


Table of Contents
  1. Apa Itu Landing Page?
  2. Apa Arti Landing Page?
  3. Landing Page Itu Apa? Penjelasan Sederhana
  4. Apa yang Dimaksud dengan Conversion pada Landing Page?
  5. Fungsi Landing Page
  6. 1. Meningkatkan Fokus Pengunjung
  7. 2. Mendukung Conversion Campaign
  8. 3. Mengumpulkan Leads
  9. 4. Menjual Produk Secara Lebih Fokus
  10. 5. Mempermudah Pengukuran Campaign
  11. 6. Menguji Pesan Marketing
  12. Contoh Penggunaan Landing Page dalam Bisnis
  13. Landing Page Webinar
  14. Landing Page Produk
  15. Landing Page Jasa
  16. Landing Page Properti
  17. Landing Page Aplikasi
  18. Landing Page Promo
  19. Contoh Landing Page Sederhana
  20. Hero
  21. Benefit
  22. Price List
  23. Testimonial
  24. Area Layanan
  25. CTA
  26. Landing Page vs Homepage: Apa Bedanya?
  27. Landing Page vs Website
  28. Struktur Landing Page yang Baik
  29. 1. Headline
  30. 2. Subheadline
  31. 3. Hero Visual
  32. 4. Call-to-Action
  33. 5. Benefit
  34. 6. Social Proof
  35. 7. FAQ
  36. 8. Final CTA
  37. Anatomi Landing Page dalam Bentuk Sederhana
  38. Mengapa Landing Page Penting untuk Digital Marketing?
  39. Hubungan Landing Page dengan Google Ads
  40. Landing Page Harus Mobile-Friendly
  41. Apakah Landing Page Bagus untuk SEO?
  42. Landing Page dan SEO Topic Cluster
  43. Bagaimana Cara Membuat Landing Page?
  44. 1. Tentukan Conversion Goal
  45. 2. Tentukan Audience
  46. 3. Tentukan Value Proposition
  47. 4. Buat Struktur
  48. 5. Buat Desain Mobile-First
  49. 6. Bangun Halaman
  50. 7. Pasang Analytics
  51. 8. Test
  52. Kesalahan Landing Page yang Sering Terjadi
  53. Terlalu Banyak CTA
  54. Headline Tidak Jelas
  55. Terlalu Banyak Form Field
  56. Tidak Ada Bukti
  57. Tidak Mobile-Friendly
  58. Kapan Bisnis Sebaiknya Menggunakan Landing Page?
  59. Apakah Bisnis Kecil Membutuhkan Landing Page?
  60. FAQ Seputar Landing Page
  61. Apa yang dimaksud dengan landing page?
  62. Apa arti landing page?
  63. Apa fungsi landing page?
  64. Apa bedanya landing page dan website?
  65. Apa bedanya landing page dan homepage?
  66. Apakah landing page harus memiliki form?
  67. Apakah landing page harus tanpa menu?
  68. Apakah landing page bisa digunakan untuk SEO?
  69. Berapa conversion rate landing page yang bagus?
  70. Apakah landing page wajib mobile-friendly?
  71. Apakah WordPress bisa digunakan membuat landing page?
  72. Kesimpulan

Apa Itu Landing Page?

Apa Itu Landing Page.webp

Landing page adalah halaman tujuan yang dikunjungi seseorang setelah mengklik suatu link atau campaign dan dirancang untuk mendorong satu conversion goal tertentu.

Conversion tersebut dapat berupa:

  • pembelian;
  • pendaftaran;
  • pengisian formulir;
  • booking konsultasi;
  • reservasi;
  • download aplikasi;
  • download e-book;
  • request quotation;
  • klik WhatsApp;
  • trial software;
  • subscribe newsletter.

Google Ads sendiri mendefinisikan landing page secara sederhana sebagai halaman web tempat seseorang tiba setelah mengklik sebuah iklan.

Namun dalam praktik digital marketing, landing page biasanya dirancang lebih spesifik daripada sekadar halaman tujuan biasa.

Halaman tersebut harus meneruskan konteks yang sebelumnya dilihat pengguna.

Misalnya seseorang mengklik iklan:

“Website Company Profile Mulai dari RpX Juta.”

Maka landing page idealnya langsung membahas:

  • jasa pembuatan company profile;
  • apa yang didapat;
  • contoh website;
  • proses pengerjaan;
  • estimasi biaya;
  • CTA konsultasi.

Bukan mengarahkan pengguna ke homepage umum tanpa konteks.

Google juga secara eksplisit menyarankan agar landing page memiliki hubungan erat dengan iklan dan keyword yang membawa pengguna ke halaman tersebut karena relevansi dan usefulness landing page termasuk bagian dari evaluasi pengalaman landing page pada Google Ads.


Apa Arti Landing Page?

Secara bahasa, landing berarti “mendarat”, sedangkan page berarti “halaman”.

Jadi arti landing page secara literal adalah:

halaman tempat pengunjung mendarat.

Istilah tersebut muncul karena seseorang biasanya sampai ke landing page setelah melakukan suatu tindakan sebelumnya.

Contohnya:

Google Search → klik iklan → landing page

atau:

Instagram Ads → klik CTA → landing page

atau:

email marketing → klik promo → landing page

atau:

TikTok → klik link bio → landing page

Karena pengguna sudah memiliki konteks sebelum masuk, landing page sebaiknya melanjutkan pesan tersebut.

Inilah konsep yang sering disebut message match.

Jika iklan mengatakan:

Diskon sepatu 20%.

Tetapi setelah diklik halaman malah menampilkan katalog pakaian secara umum, pengguna akan merasa tidak menemukan apa yang mereka harapkan.

Google Ads bahkan menjadikan kecocokan antara iklan, keyword, dan halaman tujuan sebagai salah satu rekomendasi utama untuk meningkatkan landing page experience.


Read Also:

Landing Page Itu Apa? Penjelasan Sederhana

Jika masih bertanya landing page itu apa, bayangkan seorang sales yang hanya memiliki beberapa menit untuk meyakinkan calon pelanggan.

Sales tersebut tidak akan menjelaskan seluruh sejarah perusahaan dari awal.

Ia akan fokus pada:

  1. kebutuhan calon pelanggan;
  2. solusi yang ditawarkan;
  3. manfaat;
  4. bukti;
  5. tindakan berikutnya.

Landing page bekerja dengan prinsip serupa.

Karena itu, struktur landing page biasanya terlihat seperti:

Headline → Value Proposition → Benefit → Social Proof → Penjelasan → CTA

Bukan:

Homepage → Menu → Berita → Tentang Perusahaan → Galeri → Puluhan Link.


Apa yang Dimaksud dengan Conversion pada Landing Page?

Anda akan sering menemukan kata conversion ketika mempelajari landing page.

Conversion adalah ketika pengguna melakukan tindakan yang memang menjadi tujuan halaman.

Misalnya sebuah landing page mendapatkan:

1.000 pengunjung

dan:

70 orang mengisi form konsultasi.

Maka conversion rate-nya adalah:

70 ÷ 1.000 × 100 = 7%

Namun angka conversion rate yang baik sangat bergantung pada industri, sumber traffic, penawaran, harga produk, dan definisi conversion.

Sebagai referensi, benchmark Unbounce berdasarkan lebih dari 41.000 landing page, 464 juta pageviews, dan 57 juta conversion menemukan median conversion rate lintas industri sekitar 6,6%.

Angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai benchmark umum, bukan target universal.

Landing page SaaS, properti, e-commerce, jasa profesional, dan webinar tentu memiliki karakter conversion yang berbeda.


Fungsi Landing Page

Secara umum, fungsi landing page adalah mengubah traffic menjadi tindakan yang bernilai bagi bisnis.

Namun jika dibedah lebih jauh, landing page memiliki beberapa fungsi penting.

1. Meningkatkan Fokus Pengunjung

Homepage biasanya memiliki banyak tujuan.

Pengunjung dapat:

  • membaca profil perusahaan;
  • melihat produk;
  • membuka blog;
  • mengecek portfolio;
  • membaca lowongan;
  • melihat alamat;
  • menghubungi perusahaan.

Landing page mempersempit pilihan tersebut.

Misalnya:

Download Panduan Gratis

Seluruh halaman kemudian diarahkan untuk membuat pengunjung memahami mengapa panduan tersebut berguna dan akhirnya mengunduhnya.


2. Mendukung Conversion Campaign

Landing page sering digunakan dalam:

  • Google Ads;
  • Meta Ads;
  • TikTok Ads;
  • email marketing;
  • affiliate campaign;
  • influencer campaign;
  • SEO;
  • webinar;
  • event;
  • product launch.

Tujuannya adalah memastikan traffic yang sudah diperoleh tidak berhenti pada kunjungan saja.

Google menyebut landing page memiliki peran besar dalam mengubah klik iklan menjadi pelanggan, dan landing page yang sesuai dengan iklan serta keyword dapat membantu pengalaman pengguna menjadi lebih relevan.


3. Mengumpulkan Leads

Salah satu fungsi landing page yang paling umum adalah lead generation.

Contohnya sebuah software house memiliki landing page:

Konsultasikan Ide Aplikasi Anda

Pengunjung kemudian mengisi:

  • nama;
  • email;
  • nomor WhatsApp;
  • kebutuhan proyek.

Data tersebut menjadi lead yang dapat ditindaklanjuti tim sales.


4. Menjual Produk Secara Lebih Fokus

Landing page juga dapat digunakan untuk direct selling.

Misalnya:

Landing page skincare → benefit → ingredients → testimonial → harga → CTA beli

atau:

Landing page course → curriculum → instructor → testimonial → harga → daftar

Berbeda dengan toko online dengan puluhan produk, halaman tersebut fokus menjual satu produk atau satu campaign.

Jika bisnis Anda membutuhkan website commerce yang lebih lengkap, pendekatan landing page dapat digabungkan dengan struktur website jualan online.


5. Mempermudah Pengukuran Campaign

Karena biasanya memiliki satu conversion goal, performa landing page relatif mudah diukur.

Beberapa metric yang biasa dipantau antara lain:

  • visitors;
  • conversion;
  • conversion rate;
  • bounce atau engagement;
  • form completion;
  • click-through rate CTA;
  • cost per lead;
  • cost per acquisition;
  • revenue per visitor.

Dengan demikian, bisnis dapat mengetahui apakah campaign benar-benar menghasilkan outcome.


6. Menguji Pesan Marketing

Landing page juga sangat berguna untuk eksperimen.

Misalnya bisnis ingin mengetahui headline mana yang lebih efektif:

Versi A

Software HR untuk Perusahaan Modern

Versi B

Kelola Absensi, Payroll, dan Cuti Karyawan dalam Satu Sistem

Keduanya dapat diuji menggunakan A/B testing.

Hal serupa dapat dilakukan terhadap:

  • CTA;
  • hero image;
  • form;
  • harga;
  • testimonial;
  • panjang halaman;
  • offer.

Contoh Penggunaan Landing Page dalam Bisnis

Agar lebih mudah memahami apa yang dimaksud dengan landing page, berikut beberapa contoh penggunaannya.

Landing Page Webinar

Landing Page Webinar.webp

Tujuannya mendapatkan pendaftaran.

Struktur:

Headline webinar → tanggal → speaker → materi → benefit → form → CTA daftar


Landing Page Produk

landing page for product.webp

Tujuannya mendapatkan penjualan.

Struktur:

Problem → produk → benefit → bukti → testimonial → harga → CTA beli


Landing Page Jasa

landing page for service.webp

Tujuannya menghasilkan leads.

Struktur:

Headline → masalah → solusi → portfolio → proses → testimonial → konsultasi

Bisnis seperti web development misalnya dapat menggunakan landing page untuk mempromosikan layanan tertentu sebelum mengarahkan calon pelanggan ke halaman jasa pembuatan website.


Landing Page Properti

landing page for property.webp

Tujuannya mendapatkan inquiry.

Informasi biasanya meliputi:

  • foto properti;
  • harga;
  • spesifikasi;
  • fasilitas;
  • lokasi;
  • floor plan;
  • developer;
  • CTA survey.

Landing Page Aplikasi

landing page for apps.webp

Tujuannya mendapatkan download atau signup.

Biasanya menampilkan:

  • screenshot aplikasi;
  • manfaat;
  • fitur;
  • rating;
  • testimonial;
  • CTA App Store / Google Play.

Landing Page Promo

original-bd2d22421d83c877173fa515b8c7f8f3.png

Misalnya campaign:

Promo Ramadan 40%

Pengguna tidak perlu membaca seluruh website perusahaan.

Landing page cukup menjelaskan:

  • promo;
  • periode;
  • produk;
  • mekanisme;
  • syarat;
  • CTA.

Contoh Landing Page Sederhana

Landing page tidak harus panjang.

Untuk bisnis lokal, format sederhana bahkan sering sudah cukup.

Misalnya bisnis laundry di Bandung:

Hero

Laundry Antar-Jemput Area Bandung Mulai Rp7.000/kg

Pakaian bersih tanpa harus keluar rumah.

[Pesan via WhatsApp]

Benefit

  • antar-jemput;
  • pengerjaan cepat;
  • harga transparan.

Price List

Tampilkan harga.

Testimonial

Tampilkan review.

Area Layanan

Bandung dan area sekitarnya.

CTA

Pesan Laundry Sekarang

Selesai.

Tidak harus memiliki 15 section.

Jika target bisnis Anda adalah pasar lokal, pendekatan yang sama dapat dikombinasikan dengan halaman regional seperti jasa pembuatan website Bandung atau jasa pembuatan website Jakarta.


Landing Page vs Homepage: Apa Bedanya?

Landing Page vs Homepage Infographic.webp

Landing page dan homepage sering dianggap sama karena keduanya merupakan halaman web.

Padahal tujuan keduanya berbeda.

Elemen

Landing Page

Homepage

Tujuan

Conversion spesifik

Mengenalkan keseluruhan website

Navigasi

Minimal

Lengkap

CTA

Biasanya satu utama

Bisa banyak

Target audience

Lebih spesifik

Lebih luas

Sumber traffic

Campaign/search tertentu

Beragam

Konten

Fokus pada satu offer

Banyak kategori

Pengukuran

Conversion oriented

Navigation & discovery

Misalnya homepage web agency bisa memiliki:

Home — About — Services — Portfolio — Blog — Contact

Sedangkan landing page-nya bisa hanya membahas:

Jasa Pembuatan Website Company Profile

dan seluruh kontennya fokus pada layanan tersebut.

Untuk memahami ekosistem website secara lebih luas, Anda dapat membaca cara membuat website.


Landing Page vs Website

Pertanyaan “apakah landing page sama dengan website?” juga sangat sering muncul.

Jawabannya:

Tidak sepenuhnya sama.

Website merupakan kumpulan halaman yang saling terhubung.

Contohnya:

Homepage
├── Tentang Kami
├── Layanan
├── Portfolio
├── Blog
└── Kontak

Sedangkan landing page dapat berdiri sebagai satu halaman khusus:

Landing Page Campaign
├── Hero
├── Benefit
├── Social Proof
├── Offer
└── CTA

Landing page tetap merupakan bagian dari web, tetapi fungsi dan arsitekturnya lebih terfokus.


Struktur Landing Page yang Baik

Tidak ada struktur tunggal yang wajib dipakai.

Namun sebagian besar landing page efektif memiliki beberapa elemen berikut.

1. Headline

Headline harus menjawab:

Apa yang ditawarkan?

Contoh:

Buat Website Profesional untuk Bisnis Anda.

Lebih baik lagi jika menjelaskan outcome:

Ubah Pengunjung Website Menjadi Calon Pelanggan.

2. Subheadline

Subheadline memberikan detail tambahan.

Contoh:

Website dirancang sesuai kebutuhan bisnis, responsif di semua perangkat, dan siap digunakan untuk mendukung pemasaran digital.

3. Hero Visual

Visual dapat berupa:

  • screenshot produk;
  • foto produk;
  • mockup aplikasi;
  • portfolio;
  • video demo;
  • foto layanan.

Gunakan visual yang menjelaskan offer, bukan hanya dekorasi.


4. Call-to-Action

CTA memberi tahu pengguna tindakan berikutnya.

Contoh CTA:

  • Coba Gratis
  • Pesan Sekarang
  • Jadwalkan Konsultasi
  • Download Panduan
  • Lihat Harga
  • Daftar Webinar

CTA seperti Submit atau Klik Di Sini biasanya kurang memberikan konteks.


5. Benefit

Jelaskan hasil, bukan hanya fitur.

Fitur:

Dashboard real-time.

Benefit:

Pantau performa bisnis tanpa menunggu laporan manual.

6. Social Proof

Social proof membantu membangun trust.

Contohnya:

  • testimonial;
  • client logos;
  • review;
  • rating;
  • jumlah pengguna;
  • case study;
  • hasil campaign.

7. FAQ

FAQ berguna untuk mengurangi keraguan sebelum pengguna melakukan conversion.

Contohnya:

  • berapa lama prosesnya?
  • apakah ada biaya tambahan?
  • bagaimana pembayaran?
  • apakah bisa refund?
  • apakah tersedia support?

8. Final CTA

Pengunjung yang sudah membaca sampai bawah biasanya memiliki intent lebih tinggi.

Karena itu ulangi CTA di akhir halaman.


Anatomi Landing Page dalam Bentuk Sederhana

Landing Page Anatomy Infographic.webp

Struktur dasarnya dapat digambarkan seperti ini:

LOGO

HEADLINE
Subheadline

[ CTA ]

HERO IMAGE
------------------------

SOCIAL PROOF
------------------------

MASALAH
------------------------

SOLUSI
------------------------

BENEFIT

Benefit 1
Benefit 2
Benefit 3
------------------------

PRODUCT DEMO
------------------------

CARA KERJA
1 → 2 → 3
------------------------

TESTIMONIAL
------------------------

FAQ
------------------------

FINAL CTA

Jika Anda ingin melihat berbagai implementasi visualnya, kami sudah merangkum contoh landing page inspiratif dari SaaS, F&B, properti, UMKM, jasa, portfolio hingga e-commerce.


Mengapa Landing Page Penting untuk Digital Marketing?

Bayangkan sebuah perusahaan mengeluarkan Rp10 juta untuk Google Ads.

Iklannya menarik.

CTR bagus.

Traffic masuk.

Namun semuanya diarahkan ke homepage yang memiliki puluhan menu.

Pengunjung kemudian harus mencari sendiri produk yang sebelumnya mereka lihat di iklan.

Sebagian berhasil.

Sebagian lainnya pergi.

Masalahnya bukan pada iklan.

Masalahnya adalah continuity setelah klik hilang.

Google Ads sendiri menjelaskan bahwa pengguna mengharapkan halaman tujuan relevan dengan pesan iklan yang mereka klik.

Karena itu landing page berfungsi sebagai penghubung antara:

Intent → Click → Information → Trust → Action

Semakin banyak friction di sepanjang jalur tersebut, semakin sulit conversion terjadi.


Hubungan Landing Page dengan Google Ads

Landing page memiliki dampak langsung terhadap pengalaman campaign Google Ads.

Google menyebut Quality Score memiliki tiga komponen diagnostik:

  1. expected CTR;
  2. ad relevance;
  3. landing page experience.

Landing page experience mengevaluasi apakah halaman berguna dan relevan bagi orang yang mengklik iklan.

Karena itu ketika membuat campaign:

keyword → ad → landing page

ketiganya sebaiknya berbicara tentang intent yang sama.

Contoh yang buruk:

Keyword: jasa website toko online
Iklan: Buat Toko Online Profesional
Landing page: homepage agency generik

Contoh yang lebih relevan:

Keyword: jasa website toko online
Iklan: Buat Toko Online Profesional
Landing page: halaman khusus jasa pembuatan toko online

Pendekatan tersebut dapat Anda lihat pada halaman jasa pembuatan website toko online.


Landing Page Harus Mobile-Friendly

Saat membuat landing page, jangan mendesain desktop dahulu lalu sekadar memperkecil layout untuk mobile.

Google menyarankan memastikan landing page mobile-friendly, terutama karena banyak calon pelanggan mengakses website melalui perangkat seluler.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • tombol mudah ditekan;
  • font mudah dibaca;
  • form tidak terlalu panjang;
  • layout tidak horizontal scroll;
  • hero tidak terlalu tinggi;
  • CTA muncul relatif cepat;
  • gambar dikompres;
  • halaman cepat dimuat.

Google juga pernah mencatat bahwa pada konteks retail, keterlambatan sekitar satu detik di perangkat mobile dapat berdampak besar terhadap conversion.

Artinya performa bukan hanya urusan developer.

Speed adalah bagian dari conversion experience.


Apakah Landing Page Bagus untuk SEO?

Bisa.

Landing page tidak harus selalu digunakan untuk paid advertising.

Landing page juga dapat dibangun untuk organic search.

Misalnya pengguna mencari:

  • jasa pembuatan website Jakarta;
  • jasa website Bandung;
  • jasa website UMKM;
  • jasa website company profile.

Daripada mengarahkan semua keyword tersebut ke homepage, bisnis dapat memiliki landing page yang secara khusus menjawab intent masing-masing.

Contohnya:

Namun pendekatan local SEO seperti ini harus dilakukan secara berkualitas.

Jangan membuat 50 halaman kota yang isinya sama persis dan hanya mengganti nama kota.

Landing page lokal yang baik seharusnya benar-benar relevan terhadap wilayah target.


Landing Page dan SEO Topic Cluster

Landing page juga dapat menjadi bagian dari topic cluster.

Sebagai contoh, cluster AltiveDev dapat memiliki struktur:

Pillar Topic: Website

Landing Page

Supporting content:

  • apa itu landing page;
  • contoh landing page;
  • cara membuat website;
  • website bisnis;
  • HTML;
  • WordPress;
  • website jualan online;
  • web development.

Dengan internal linking yang natural, search engine mendapatkan konteks yang lebih kuat mengenai hubungan antartopik.

Pembaca juga memiliki jalur belajar yang jelas.

Jika ingin memahami bagian teknis pembuatan website, lanjutkan ke panduan:


Bagaimana Cara Membuat Landing Page?

Secara umum prosesnya terdiri dari:

1. Tentukan Conversion Goal

Contoh:

mendapatkan konsultasi.

Jangan mulai dari desain.

Mulai dari objective.


2. Tentukan Audience

Siapa yang akan datang?

Apa masalah mereka?

Apa yang mereka cari?


3. Tentukan Value Proposition

Mengapa mereka harus memilih Anda?


4. Buat Struktur

Misalnya:

Hero → Problem → Solution → Benefit → Proof → CTA


5. Buat Desain Mobile-First

Prioritaskan layout smartphone sejak awal.


6. Bangun Halaman

Landing page dapat dibuat menggunakan:

  • HTML/CSS/JavaScript;
  • WordPress;
  • website builder;
  • framework;
  • CMS;
  • AI website builder.

Untuk pemula, beberapa panduan terkait yang dapat dipelajari adalah cara membuat website sendiri untuk pemula atau cara membuat website dengan AI.


7. Pasang Analytics

Minimal tracking:

  • pageview;
  • CTA click;
  • form submit;
  • purchase;
  • WhatsApp click.

8. Test

Uji:

  • headline;
  • CTA;
  • offer;
  • form;
  • pricing;
  • social proof.

Landing page jarang menjadi sempurna pada versi pertama.


Kesalahan Landing Page yang Sering Terjadi

Terlalu Banyak CTA

Misalnya dalam satu hero:

Beli

Download

Daftar

Follow

Baca Blog

Hubungi Kami

Pengguna tidak tahu mana tindakan utama.


Headline Tidak Jelas

Contoh:

Empowering Your Digital Future.

Terdengar menarik tetapi tidak menjelaskan produknya.

Bandingkan:

Buat Website Bisnis Profesional Tanpa Harus Mengelola Teknis Sendiri.

Lebih jelas.


Terlalu Banyak Form Field

Jika hanya membutuhkan nomor WhatsApp untuk follow-up, jangan meminta 15 informasi.

Setiap field menambah effort.


Tidak Ada Bukti

Claim:

Agency terbaik.

Tidak terlalu berarti tanpa bukti.

Lebih baik tampilkan:

  • project;
  • case study;
  • testimonial;
  • client;
  • result.

Tidak Mobile-Friendly

Hero bagus di desktop tetapi CTA baru terlihat setelah scroll panjang di mobile.

Ini sering terjadi ketika desain desktop hanya diperkecil.


Kapan Bisnis Sebaiknya Menggunakan Landing Page?

Landing page sangat berguna ketika Anda:

  • menjalankan iklan;
  • meluncurkan produk;
  • menawarkan promo;
  • mengumpulkan leads;
  • mengadakan event;
  • melakukan pre-order;
  • menguji MVP;
  • ingin mempromosikan satu layanan;
  • menargetkan keyword lokal;
  • mengumpulkan waiting list.

Startup yang masih menguji ide bahkan dapat menggunakan landing page sebelum membangun produk secara penuh.

Dalam konteks ini, landing page dapat menjadi salah satu alat validasi awal sebelum pengembangan Minimum Viable Product atau MVP.


Apakah Bisnis Kecil Membutuhkan Landing Page?

Tidak semua bisnis wajib memiliki landing page.

Namun bisnis kecil dapat memperoleh manfaat besar jika memiliki satu produk atau layanan yang ingin dipromosikan secara fokus.

Contohnya:

UMKM menjual catering.

Daripada menjalankan Instagram Ads menuju homepage yang penuh informasi perusahaan, campaign dapat diarahkan ke halaman:

Paket Catering Kantor Jakarta

Isi:

  • menu;
  • harga;
  • minimum order;
  • delivery area;
  • testimonial;
  • WhatsApp.

Jika Anda sedang membangun presence digital dari awal, baca juga panduan cara membuat website bisnis.


FAQ Seputar Landing Page

Apa yang dimaksud dengan landing page?

Landing page adalah halaman web yang dirancang untuk menerima traffic dari suatu sumber dan mengarahkannya menuju satu conversion goal, misalnya pembelian, pendaftaran, pengisian form, atau konsultasi.

Apa arti landing page?

Secara literal, landing page berarti halaman tempat pengunjung “mendarat” setelah mengklik sebuah link, seperti iklan, email, media sosial, atau hasil pencarian.

Apa fungsi landing page?

Fungsi landing page adalah mengubah traffic menjadi tindakan yang bernilai, seperti lead, signup, penjualan, download, atau booking.

Apa bedanya landing page dan website?

Website terdiri dari banyak halaman dan biasanya memiliki berbagai tujuan. Landing page biasanya lebih fokus pada satu penawaran dan satu tindakan utama.

Apa bedanya landing page dan homepage?

Homepage berfungsi sebagai pintu masuk utama website dan memiliki banyak navigasi. Landing page biasanya mengurangi distraksi dan fokus pada satu conversion goal.

Apakah landing page harus memiliki form?

Tidak.

Form hanya diperlukan ketika conversion goal membutuhkan data pengguna.

Landing page e-commerce misalnya dapat langsung menggunakan CTA Beli Sekarang.

Apakah landing page harus tanpa menu?

Tidak harus.

Namun campaign landing page sering mengurangi navigasi agar perhatian pengguna tidak terpecah.

Untuk halaman SEO evergreen, navigasi tetap dapat digunakan selama tidak mengganggu conversion.

Apakah landing page bisa digunakan untuk SEO?

Ya.

Landing page dapat menargetkan keyword produk, jasa, kategori, maupun lokasi selama kontennya relevan dan memberikan value kepada pengguna.

Berapa conversion rate landing page yang bagus?

Tidak ada angka universal.

Benchmark Unbounce berdasarkan lebih dari 41.000 landing page menemukan median conversion rate lintas industri sekitar 6,6%, tetapi performa sebaiknya dibandingkan dengan industri dan jenis conversion yang sama.

Apakah landing page wajib mobile-friendly?

Sangat disarankan.

Pengguna banyak mengakses internet melalui smartphone, sehingga CTA, form, layout, typography, visual, dan performa landing page harus tetap nyaman digunakan pada layar kecil.

Apakah WordPress bisa digunakan membuat landing page?

Bisa.

WordPress merupakan salah satu platform yang umum digunakan untuk membangun landing page dan website. Anda dapat mempelajari langkah dasarnya melalui panduan cara membuat website dengan WordPress.


Kesimpulan

Jadi, landing page adalah halaman web yang dibuat untuk membawa pengunjung dari sebuah intent menuju satu tindakan utama.

Pengunjung mungkin datang dari:

Google Ads.

Instagram.

SEO.

Email.

TikTok.

WhatsApp.

Namun setelah masuk ke landing page, pertanyaannya selalu sama:

Apakah halaman tersebut membuat pengguna memahami apa yang ditawarkan dan mempermudah mereka mengambil tindakan?

Landing page yang efektif umumnya memiliki:

  1. headline yang jelas;
  2. value proposition kuat;
  3. visual relevan;
  4. satu CTA utama;
  5. benefit yang mudah dipahami;
  6. social proof;
  7. struktur informasi yang logis;
  8. pengalaman mobile yang baik;
  9. kecepatan halaman yang memadai;
  10. message match dengan sumber traffic.

Landing page bukan sekadar halaman yang terlihat bagus.

Landing page adalah jembatan antara perhatian dan tindakan.

Iklan, SEO, media sosial, atau email dapat membawa orang sampai ke pintu.

Tetapi landing page-lah yang membantu menentukan apakah mereka hanya melihat-lihat—atau akhirnya menjadi lead dan pelanggan.

Jika setelah memahami konsepnya Anda ingin melihat penerapannya secara visual, lanjutkan ke panduan contoh landing page inspiratif untuk melihat berbagai struktur landing page berdasarkan jenis bisnis.

Have a Project in Mind?

Let's build something great together.

Get in Touch →
Share
Previous Article

10+ Contoh Landing Page Inspiratif untuk Referensi Desain Anda

Next Article

Cara Membuat Landing Page yang Efektif, Langkah demi Langkah

Related Articles

Jasa Pembuatan Website Company Profile: Panduan Lengkap dan Kisaran Harga

August 19, 2026

Jasa Pembuatan Website Company Profile: Panduan Lengkap dan Kisaran Harga

Jasa Pembuatan Website Murah: Cara Menghemat Tanpa Kualitas Menurun

August 19, 2026

Jasa Pembuatan Website Murah: Cara Menghemat Tanpa Kualitas Menurun

Cara Membuat Website di Canva, Gratis dan Mudah untuk Pemula

August 20, 2026

Cara Membuat Website di Canva, Gratis dan Mudah untuk Pemula

Comments

Have a question or feedback? Share it in the comments!

Write a comment