Google dan ChatGPT Dipakai Bersamaan: Apa yang Terjadi pada Query dan Click?

Google dan ChatGPT Dipakai Bersamaan: Apa yang Terjadi pada Query dan Click?

Google dan ChatGPT tidak harus bersaing dalam pola “satu menang, satu kalah”. Data terbaru menunjukkan sebagian besar pengguna ChatGPT masih memakai Google, tetapi pada saat yang sama sebagian rumah tangga melakukan lebih sedikit traditional search dan pengguna AI Mode cenderung lebih jarang mengklik website eksternal.

Temuan ini dibahas dalam artikel Search Engine Journal tentang audience Google, ChatGPT, search queries, dan clicks. Artikel tersebut menyatukan beberapa dataset berbeda untuk menunjukkan bahwa audience overlap, query volume, search sessions, dan referral clicks tidak boleh dibaca sebagai satu metrik yang sama.

Inilah alasan dua headline yang tampaknya bertentangan bisa sama-sama benar: 95% pengguna ChatGPT masih tercatat sebagai pengguna Google, tetapi sebagian pengguna yang memperoleh akses ChatGPT Search tetap mengurangi traditional search query mereka.

Daftar Isi
  1. Apa Arti Angka 95% Pengguna ChatGPT Masih Memakai Google?
  2. Kenapa Audience Overlap Bisa Menyesatkan?
  3. Apa yang Ditemukan Studi Bocconi?
  4. Kenapa Peneliti Juga Melaporkan Angka 4,9%?
  5. Apakah Studi Bocconi Membuktikan ChatGPT Menyebabkan Penurunan Google Search?
  6. Jenis Website Apa yang Paling Banyak Kehilangan Referral?
  7. Kenapa Informational Sites Lebih Rentan?
  8. Bagaimana Reach Google Bisa Stabil Saat Query Turun?
  9. Apa yang Ditemukan Studi Lain tentang Search dan AI?
  10. Apakah Pengguna Bisa Menggunakan Search dan AI dalam Satu Session?
  11. Apa yang Terjadi Jika Google Search Berubah Menjadi AI Mode?
  12. Bagaimana Eksperimen AI Mode Dilakukan?
  13. Apa Dampak AI Mode terhadap External Click?
  14. Apa Artinya Session Lebih Lama tapi Click Lebih Sedikit?
  15. Website Apa yang Mengalami Penurunan Click di Eksperimen AI Mode?
  16. Apakah User Kesulitan Membuka Website Tertentu di AI Mode?
  17. Apa Keterbatasan Eksperimen AI Mode?
  18. Kenapa 95% Audience Overlap Tidak Menjawab Masalah Traffic?
  19. Apa Masalah Attribution ketika ChatGPT Mendorong Branded Search?
  20. Apa Itu Branded Search Lift dalam AI Measurement?
  21. Apa Lima Metric yang Harus Dipisahkan?
  22. Apa yang Tidak Bisa Dilihat Dataset Saat Ini?
  23. Kenapa API dan Desktop App Menjadi Blind Spot?
  24. Apa Implikasinya untuk SEO Reporting?
  25. Apa Implikasinya untuk Publisher?
  26. Apa Implikasinya untuk E-commerce?
  27. Apa Implikasinya untuk B2B?
  28. Apa Hubungannya dengan Generative AI Strategy?
  29. Bagaimana Membuat Measurement Framework yang Lebih Baik?
  30. Apa yang Tidak Boleh Disimpulkan dari Data Ini?
  31. FAQ tentang Google dan ChatGPT
  32. Apakah pengguna ChatGPT masih memakai Google?
  33. Apakah ChatGPT mengurangi traditional search?
  34. Apakah AI Mode mengurangi click?
  35. Apakah Google kehilangan audience?
  36. Jenis website apa yang paling terdampak?
  37. Kenapa branded search perlu dipantau?
  38. Kesimpulan

Apa Arti Angka 95% Pengguna ChatGPT Masih Memakai Google?

Similarweb melaporkan bahwa sekitar 95% pengguna ChatGPT juga muncul dalam audience Google pada September 2025, dan persentase tersebut bertahan sekitar 95% sampai Mei 2026.

Pada periode yang sama, visits ke generative AI platforms tumbuh sekitar 70% year-over-year.

Similarweb membaca pola ini sebagai tanda bahwa AI ditambahkan ke search behavior, bukan sepenuhnya menggantikannya.

Namun angka 95% hanya menunjukkan audience overlap.

Ia tidak menjawab:

  • berapa banyak query yang dilakukan di Google;
  • berapa banyak query yang dipindahkan ke ChatGPT;
  • berapa banyak click ke website;
  • apa jenis task yang berpindah.

Kenapa Audience Overlap Bisa Menyesatkan?

Karena threshold untuk disebut “Google user” sangat rendah.

Seseorang yang hanya melakukan satu Google search dalam sebulan tetap dihitung sebagai bagian audience Google.

Orang yang memindahkan sebagian besar research ke ChatGPT tetapi masih menggunakan Google untuk:

  • Maps;
  • store hours;
  • login navigation;
  • brand search;

tetap masuk overlap 95%.

Dalam konteks audience measurement, overlap hanya menjawab apakah orang yang sama muncul di dua platform selama periode tertentu, bukan berapa besar share activity mereka pada masing-masing platform.

Baca Juga:

Apa yang Ditemukan Studi Bocconi?

Working paper Bocconi University menggunakan Comscore U.S. desktop clickstream data dari Oktober 2024 sampai Juli 2025.

Peneliti membandingkan rumah tangga yang mendapatkan akses ChatGPT Search dengan rumah tangga serupa yang sebelumnya tidak menunjukkan aktivitas ChatGPT atau Claude.

Hasil rata-rata:

  • traditional search queries turun sekitar 3,14 per minggu;
  • penurunan tersebut setara sekitar 9,4% dari baseline 33,51 query;
  • setelah 20 minggu, gap mencapai 17,0%.

Jadi seseorang masih dapat menjadi pengguna Google tetapi melakukan lebih sedikit query.

Kenapa Peneliti Juga Melaporkan Angka 4,9%?

Studi melakukan comparison tambahan antara logged-in ChatGPT users yang mendapat Search access pada Desember 2024 dan anonymous users yang mendapat akses pada Februari 2025.

Dalam comparison tersebut, penurunan traditional search lebih kecil:

  • sekitar 4,9% rata-rata;
  • sekitar 8,2% setelah 20 minggu.

Penulis studi menginterpretasikan angka yang lebih kecil sebagai tanda bahwa comparison adopter versus nonuser mungkin ikut menangkap perbedaan karakter orang yang memilih memakai AI, bukan hanya dampak Search access itu sendiri.

Apakah Studi Bocconi Membuktikan ChatGPT Menyebabkan Penurunan Google Search?

Tidak sepenuhnya.

Search Engine Journal menekankan bahwa paper tersebut masih working paper dan beberapa category-level findings bersifat descriptive.

Dataset juga hanya mencakup U.S. desktop browsing hingga Juli 2025.

Itu berarti hasilnya:

  • tidak mencakup mobile behavior secara penuh;
  • mendahului skala AI Mode saat ini;
  • tidak otomatis mewakili seluruh pengguna global.

Jenis Website Apa yang Paling Banyak Kehilangan Referral?

Dalam paper Bocconi, penurunan search referral terbesar terlihat pada kategori informational.

Kategori

Perubahan Referral

Academic sites

-32,8%

Reference sites

-26,5%

Developer sites

-15,1%

News sites

-13,4%

Marketplace dan entertainment sites hampir tidak berubah atau perubahan tersebut tidak dapat dibedakan dari nol dalam dataset.

Paper menekankan bahwa split ini bersifat descriptive dan tidak membuktikan causal mechanism per kategori.

Kenapa Informational Sites Lebih Rentan?

Salah satu penjelasan yang masuk akal adalah bahwa AI assistant dapat menyelesaikan lebih banyak informational task tanpa perlu mengirim user ke website.

Contohnya:

User:
"Apa beda OAuth dan API key?"

Traditional search:
query → SERP → article → answer

AI:
query → generated answer

Namun sumber tidak membuktikan satu mechanism tunggal sebagai penyebab seluruh penurunan referral tersebut.

Bagaimana Reach Google Bisa Stabil Saat Query Turun?

Dalam Comscore panel yang sama, Google household reach tetap sekitar 49%, sementara ChatGPT naik dari 4,6% menjadi 7,9%.

Jadi:

Google audience
≈ stabil

Google queries per household
↓

Dua metric tersebut tidak bertentangan.

Satu mengukur apakah rumah tangga menggunakan Google. Satu lagi mengukur berapa banyak search yang dilakukan.

Apa yang Ditemukan Studi Lain tentang Search dan AI?

SEJ juga membahas working paper lain yang menganalisis 4.394 Comscore desktop users yang mulai menggunakan large language model antara Agustus 2023 dan Januari 2024.

Studi tersebut menemukan adopsi chatbot berkaitan dengan peningkatan jumlah unique websites yang dikunjungi per minggu dan kenaikan temporary traditional search activity yang kemudian menurun.

Penulisnya menyebut search estimates noisy dan tidak mengklaim adanya lasting reduction.

Ini menunjukkan evidence masih mixed.

Apakah Pengguna Bisa Menggunakan Search dan AI dalam Satu Session?

Ya.

Field study 2025 terhadap 308 U.S. Chrome users menemukan session yang menggunakan LLM dan search engine sekaligus cenderung:

  • berlangsung lebih lama;
  • melibatkan lebih banyak website.

Sementara LLM-only sessions lebih pendek dan lebih sempit.

Dataset tersebut berasal dari periode sebelum ChatGPT Search dan AI Mode seperti sekarang, sehingga tidak sepenuhnya merepresentasikan produk generasi terbaru.

Apa yang Terjadi Jika Google Search Berubah Menjadi AI Mode?

Ini adalah pertanyaan berbeda dari “apakah user meninggalkan Google untuk ChatGPT?”.

Google dapat mempertahankan user tetapi mengganti experience dari traditional SERP ke AI-generated interface.

Pada I/O 2026, Google mengatakan AI Overviews memiliki lebih dari 2,5 miliar monthly active users dan AI Mode melampaui 1 miliar pengguna pada tahun pertamanya.

Google juga mengatakan query volumes mencapai record levels.

Namun SEJ menekankan bahwa klaim tersebut tidak disertai baseline atau user-level data yang cukup untuk independent verification.

Bagaimana Eksperimen AI Mode Dilakukan?

Working paper yang diterbitkan di arXiv pada 18 Agustus 2026 merekrut 1.100 U.S. Chrome users yang menggunakan Google sebagai search engine utama.

Setelah baseline tiga hari, peserta dibagi secara random ke tiga kelompok selama satu minggu:

  1. standard Google;
  2. Google dengan AI Overviews disembunyikan;
  3. semua search diarahkan ke AI Mode.

Pada baseline, hanya 0,6% search menggunakan AI Mode.

Dalam treatment group, 94,7% search diarahkan ke AI Mode.

Peneliti sendiri menyebut kondisi tersebut sebagai forced, full adoption dan mengingatkan bahwa efek voluntary adoption bisa berbeda.

Apa Dampak AI Mode terhadap External Click?

Dalam eksperimen tersebut, AI Mode menghasilkan penurunan 18,8 percentage points dalam click-through ke external websites.

95% confidence interval-nya adalah sekitar -22,2 sampai -15,3 percentage points.

Search sessions juga turun sekitar 0,92 per hari dari baseline rata-rata 4,0.

Sementara itu, average session duration naik sekitar 0,43 menit.

Apa Artinya Session Lebih Lama tapi Click Lebih Sedikit?

Pengguna dapat menghabiskan lebih banyak waktu di Google tetapi lebih sedikit mengunjungi external sites.

Ini menunjukkan perubahan value flow:

Dulu:
Google session
→ website click

AI Mode:
Google session lebih lama
→ lebih banyak answer di Google
→ lebih sedikit outbound click

Bagi publisher, audience retention Google tidak selalu berarti referral traffic tetap stabil.

Website Apa yang Mengalami Penurunan Click di Eksperimen AI Mode?

Dalam treatment tersebut, share peserta yang mengklik:

  • news sites turun 12,5 percentage points;
  • Reddit turun 21,2 points;
  • Wikipedia turun 9,9 points.

Studi juga menemukan penggunaan Bing, DuckDuckGo, atau Yahoo naik 11,2 points.

Namun trust, satisfaction, dan usefulness ratings menurun.

Apakah User Kesulitan Membuka Website Tertentu di AI Mode?

Dari 309 AI Mode users yang menjawab pertanyaan open-ended, 47 orang atau sekitar 15,3% melaporkan kesulitan reaching specific websites.

SEJ mengutip salah satu peserta yang mengatakan ketika memasukkan nama sebuah site, AI Mode terkadang justru menjelaskan website tersebut daripada membawanya langsung ke situs.

Temuan ini berasal dari open-ended response dalam eksperimen terbatas, bukan survey representatif seluruh pengguna Google.

Apa Keterbatasan Eksperimen AI Mode?

SEJ mencatat beberapa keterbatasan:

  • periode hanya tujuh hari;
  • sample lebih muda dan lebih berpendidikan dari populasi umum U.S.;
  • sample lebih left-leaning;
  • penggunaan AI Mode dipaksakan pada treatment;
  • produk AI Mode saat eksperimen belum memiliki ads seperti versi berikutnya.

Karena itu hasil tidak boleh dibaca sebagai forecast permanen.

Kenapa 95% Audience Overlap Tidak Menjawab Masalah Traffic?

Karena sebuah website dapat mengalami:

Google audience tetap tinggi
+
Google query berkurang
+
external click berkurang

Semua kondisi tersebut dapat terjadi bersamaan.

Contoh news publisher:

  • Google masih punya audience besar;
  • pengguna masih mencari di Google;
  • AI Mode menjawab pertanyaan langsung;
  • publisher mendapat lebih sedikit click.

Ini menjelaskan kenapa impression atau platform reach tidak cukup untuk menilai business impact.

Apa Masalah Attribution ketika ChatGPT Mendorong Branded Search?

Misalnya user bertanya ke ChatGPT:

"Software payroll apa yang bagus untuk UK startup?"

ChatGPT menyebut Brand X.

User kemudian membuka Google dan mencari:

"Brand X pricing"

Search Console akan melihat organic branded search.

Namun underlying discovery sebenarnya dimulai dari ChatGPT.

Analytics tradisional sulit menghubungkan kedua step tersebut.

Apa Itu Branded Search Lift dalam AI Measurement?

Similarweb menyebut branded search lift sebagai salah satu metric yang dapat bergerak ketika AI mendorong demand.

Ini merupakan bentuk indirect conversion yang sering tidak teratribusi ke AI session.

Tim dapat memantau:

  • brand query volume;
  • direct traffic;
  • AI referral;
  • self-reported attribution;
  • sales call source;
  • new branded search patterns.

Apa Lima Metric yang Harus Dipisahkan?

Metric

Apa yang Diukur

Audience Size

Berapa orang menggunakan platform

Query Volume

Berapa banyak search dilakukan

Search Sessions

Berapa sesi pencarian terjadi

Referral Clicks

Berapa click keluar ke website

AI Visibility

Seberapa sering brand/source muncul dalam jawaban AI

Kelima metric tersebut dapat bergerak ke arah yang berbeda pada waktu yang sama.

Apa yang Tidak Bisa Dilihat Dataset Saat Ini?

Menurut SEJ, belum ada dataset yang melacak individual user secara panjang di seluruh:

  • Google Search;
  • AI Mode;
  • ChatGPT;
  • Gemini;

pada level task.

Akibatnya, kita belum bisa melihat full journey seperti:

User:
ChatGPT research
→ Google branded search
→ website
→ conversion

secara lengkap dalam satu dataset independent.

Kenapa API dan Desktop App Menjadi Blind Spot?

Similarweb audience overlap yang dibahas artikel tidak mencakup seluruh:

  • API usage;
  • desktop app activity;
  • in-app AI features.

Padahal aktivitas tersebut justru berpotensi menggantikan traditional search task tanpa terlihat dalam browser audience measurement.

Apa Implikasinya untuk SEO Reporting?

SEO team perlu berhenti membaca traffic melalui satu metric.

Dashboard yang lebih lengkap perlu memisahkan:

  • impression;
  • click;
  • brand query;
  • AI referral;
  • AI citation;
  • direct traffic;
  • conversion.

Jika impression stabil tetapi click turun, jangan langsung menyimpulkan ranking issue.

Search behavior dapat berubah di dalam platform.

Apa Implikasinya untuk Publisher?

Publisher informational berpotensi lebih rentan terhadap zero-click behavior.

Data Bocconi menunjukkan academic, reference, developer, dan news referrals mengalami penurunan lebih besar daripada marketplace atau entertainment.

Strategi publisher perlu memperhatikan bukan hanya visibility, tetapi:

  • click-worthiness;
  • subscription conversion;
  • brand demand;
  • unique data;
  • content yang tidak mudah dikompres menjadi satu jawaban.

Apa Implikasinya untuk E-commerce?

Bocconi menemukan marketplace referral relatif tidak banyak berubah dalam dataset mereka.

Ini tidak berarti ecommerce aman dari AI substitution.

Agentic commerce, AI shopping, product comparison, dan direct checkout masih dapat mengubah journey.

Namun untuk task transaksional tertentu, pengguna tetap membutuhkan merchant atau marketplace untuk menyelesaikan action.

Apa Implikasinya untuk B2B?

B2B buyer dapat melakukan:

AI research
→ shortlist
→ Google brand search
→ product page
→ demo

Jika hanya melihat last-click analytics, AI contribution hilang.

Karena itu B2B dapat menambahkan:

  • “How did you hear about us?” field;
  • sales source notes;
  • AI assistant option;
  • brand search monitoring.

Apa Hubungannya dengan Generative AI Strategy?

Generative AI tidak hanya menciptakan channel baru. Ia mengubah urutan channel yang sudah ada.

Dulu:

Google
→ Website
→ Conversion

Sekarang:

ChatGPT
→ Google branded search
→ Website
→ Conversion

atau:

Google AI Mode
→ Answer
→ no click

atau:

AI
→ recommendation
→ direct visit

Jika tim Anda sebelumnya membahas AI visibility atau perubahan referral traffic, artikel internal Masuk ChatGPT Itu Mudah, Checkout AI Agent Justru Tantangan Besarnya dapat digunakan sebagai internal link silo setelah URL artikel sebelumnya diverifikasi.

Bagaimana Membuat Measurement Framework yang Lebih Baik?

  1. Pisahkan audience dan usage.
  2. Pisahkan query dan click.
  3. Monitor branded search.
  4. Track AI referrals.
  5. Tambahkan self-reported attribution.
  6. Segmentasi informational vs transactional.
  7. Jangan gunakan satu studi untuk semua vertical.
  8. Bandingkan business outcome, bukan hanya traffic.

Apa yang Tidak Boleh Disimpulkan dari Data Ini?

  • 95% overlap tidak berarti 95% search behavior tetap sama.
  • 9,4% query decline tidak berlaku ke semua user dan negara.
  • 18,8-point click decline berasal dari eksperimen forced AI Mode selama tujuh hari.
  • Google audience yang stabil tidak berarti referral traffic stabil.
  • AI tidak terbukti sepenuhnya menggantikan Google.
  • Google tidak terbukti kebal terhadap query substitution.

FAQ tentang Google dan ChatGPT

Apakah pengguna ChatGPT masih memakai Google?

Ya. Similarweb melaporkan sekitar 95% pengguna ChatGPT juga masuk audience Google sampai Mei 2026.

Apakah ChatGPT mengurangi traditional search?

Working paper Bocconi menemukan rumah tangga dengan access ChatGPT Search melakukan sekitar 9,4% lebih sedikit traditional search dibanding baseline tertentu, tetapi hasil ini berasal dari U.S. desktop data dan paper belum peer-reviewed.

Apakah AI Mode mengurangi click?

Dalam eksperimen terhadap 1.100 U.S. Chrome users, routing search ke AI Mode menurunkan external click-through sekitar 18,8 percentage points selama treatment tujuh hari.

Apakah Google kehilangan audience?

Dalam Comscore data yang dibahas Bocconi, household reach Google tetap sekitar 49% walaupun query per household turun.

Jenis website apa yang paling terdampak?

Dalam data Bocconi, academic, reference, developer, dan news sites mengalami penurunan referral lebih besar daripada marketplace dan entertainment.

Kenapa branded search perlu dipantau?

Karena user dapat menemukan brand melalui ChatGPT lalu mencarinya di Google. Analytics tradisional dapat mengatribusi visit tersebut sebagai organic Google tanpa menunjukkan AI sebagai source discovery.

Kesimpulan

Google dan ChatGPT tidak sedang bergerak dalam pola substitusi sederhana. Similarweb menunjukkan sekitar 95% pengguna ChatGPT masih memakai Google, tetapi working paper Bocconi menemukan sebagian rumah tangga tetap melakukan lebih sedikit traditional search setelah mendapatkan ChatGPT Search.

Pada saat yang sama, eksperimen AI Mode menunjukkan Google dapat mempertahankan user dan search session sambil mengirim lebih sedikit click ke website eksternal. Dalam treatment tujuh hari tersebut, external click-through turun 18,8 percentage points.

Pelajaran terpenting untuk SEO dan Generative AI adalah memisahkan audience size, query volume, search sessions, referral traffic, dan AI visibility. Kelimanya dapat bergerak berbeda.

Bagi bisnis, pertanyaan yang lebih berguna bukan “apakah AI menggantikan Google?”, tetapi “bagian mana dari customer journey yang sekarang dimulai, dipindahkan, atau diselesaikan di AI?”

Jika bisnis Anda ingin membangun AI visibility monitoring, search attribution, branded-demand tracking, atau analytics yang menggabungkan Google, ChatGPT, dan Generative AI journey, Anda dapat diskusikan kebutuhan teknologi bisnis kamu bersama tim teknis.

Punya Proyek di Pikiran?

Yuk bangun sesuatu yang keren bareng.

Hubungi Kami →
Bagikan
Artikel Sebelumnya

Masuk ChatGPT Itu Mudah, Checkout AI Agent Justru Tantangan Besarnya

Artikel Selanjutnya

Progressive Web App (PWA): Solusi di Antara Website dan Aplikasi Mobile

Artikel Terkait

Ranking Google Belum Pulih Setelah SEO Diperbaiki? Recovery Bisa Butuh Berbulan-bulan

9 September 2026

Ranking Google Belum Pulih Setelah SEO Diperbaiki? Recovery Bisa Butuh Berbulan-bulan

Apa Itu Point of Sale (POS)? Ini Cara Kerja dan Bedanya dengan Kasir Manual

5 September 2026

Apa Itu Point of Sale (POS)? Ini Cara Kerja dan Bedanya dengan Kasir Manual

Schema untuk AI Citation: Cara Membuat Brand Lebih Mudah Dipercaya Mesin

20 September 2026

Schema untuk AI Citation: Cara Membuat Brand Lebih Mudah Dipercaya Mesin

Komentar

Ada pertanyaan atau masukan? Tulis di kolom komentar!

Tulis komentar