Dari Berkas Kasus di Lemari ke Sistem yang Terlacak Sendiri
Ilustrasi web app internal untuk firma hukum yang butuh satu tempat kelola kasus, dokumen, dan tenggat waktu.
Ini adalah konsep ilustratif, bukan proyek klien nyata — data dan hasil yang ditampilkan adalah contoh untuk mendemonstrasikan apa yang bisa kami buat.
Kasus bertambah terus. Dokumennya masih di lemari arsip fisik.
Saat dokumen kasus dan tenggat waktu dicatat manual di berkas fisik/spreadsheet, pengacara sulit lacak progress kasus dan risiko tenggat waktu terlewat makin tinggi.
| Jenis Kasus | Kasus Aktif | Status Dokumen |
|---|---|---|
| Litigasi | 14 | Sebagian Fisik |
| Korporat | 11 | Digital |
| Properti | 9 | Sebagian Fisik |
| Keluarga | 8 | Digital |
Bukan kurang kompetensi. Tapi manajemen kasusnya masih manual.
Dokumen kasus tersebar fisik & digital
Berkas kasus ada yang di lemari arsip, ada yang di laptop masing-masing pengacara, sulit dilacak.
Tenggat waktu dicatat manual
Deadline pengajuan dokumen dan sidang dicatat di kalender pribadi, rawan terlewat.
Versi dokumen membingungkan
Revisi dokumen hukum tersebar di banyak file tanpa versioning yang jelas.
Satu alur dari kasus dibuka sampai tenggat waktu terpantau otomatis.
Dokumen dan deadline terpusat dalam satu sistem, tim hukum kerja dari data yang sama.
Kasus Dibuka
Kasus baru dicatat dengan detail klien, jenis, dan tim yang menangani.
Kelola Dokumen
Dokumen kasus diunggah dan tersimpan dengan versioning yang jelas.
Tracking Deadline
Tenggat waktu pengajuan dan sidang tercatat dan terpantau otomatis.
Reminder
Notifikasi otomatis sebelum deadline penting mendekat.
Kasus Selesai
Status kasus diupdate dan diarsipkan dengan rapi begitu selesai.
Contoh: firma dengan 42 kasus aktif.
Skenario ilustratif berdasarkan pola umum firma hukum kecil-menengah dengan volume kasus tinggi. Angka di bawah adalah contoh untuk menggambarkan sistem, bukan klaim hasil klien.
Sistem manajemen kasus & dokumen hukum
Firma menangani 42 kasus aktif dengan dokumen yang tersebar fisik dan digital. Tenggat waktu dicatat manual, bikin risiko deadline terlewat cukup tinggi.
- Kasus mana yang tenggat waktunya mendekat?
- Dokumen versi mana yang terbaru untuk kasus ini?
- Bagaimana progress semua kasus yang sedang ditangani?
Illustrated automation architecture
EXCEPTION → tenggat waktu kurang dari 48 jam belum ditindaklanjuti → notifikasi eskalasi ke partner
- 42
- Contoh Kasus Aktif
- 1
- Sumber Dokumen
- 0
- Deadline Terlewat
terkelola dalam satu sistem
pengganti arsip fisik & file tersebar
berkat reminder otomatis
Perubahan utamanya ada di seberapa aman tenggat waktu terpantau.
Before / arsip fisik & manual
- Dokumen kasus tersebar fisik & digital
- Tenggat waktu dicatat di kalender pribadi
- Versi dokumen membingungkan
- Sulit lacak progress kasus lintas tim
- Risiko deadline terlewat cukup tinggi
After / sistem manajemen kasus terpusat
- Dokumen kasus tersimpan digital dengan versioning
- Tenggat waktu terpantau otomatis
- Reminder terkirim sebelum deadline
- Progress kasus terlihat dari satu dashboard
- Risiko deadline terlewat jauh berkurang
Bukan cuma penyimpanan dokumen.
Sistem ini bisa dikembangkan bertahap sesuai kebutuhan firma.
Manajemen dokumen & versioning
Dokumen kasus tersimpan digital dengan riwayat revisi yang jelas.
Tracking deadline otomatis
Tenggat waktu pengajuan dan sidang terpantau dan diingatkan otomatis.
Dashboard progress kasus
Tim hukum bisa lihat status semua kasus dari satu tampilan.
Dari arsip fisik ke sistem manajemen kasus, secara bertahap.
- 01DISCOVERY
Petakan alur kasus & dokumen sekarang
Identifikasi cara dokumen dikelola dan tenggat waktu dicatat saat ini.
- 02FOUNDATION
Bangun manajemen dokumen digital
Dokumen kasus tersimpan digital dengan versioning yang jelas.
- 03TRACKING
Bangun tracking deadline
Tenggat waktu pengajuan dan sidang terpantau otomatis.
- 04AUTOMATION
Tambah reminder otomatis
Notifikasi terkirim sebelum deadline penting mendekat.
- 05OPTIONAL
Tambah lapisan lanjutan
Kalau dibutuhkan, bisa ditambah portal klien untuk update progress kasus.