Restrukturisasi tim marketing AI search mulai menjadi kebutuhan karena cara buyer menemukan vendor tidak lagi selalu dimulai dari halaman hasil pencarian Google. Semakin banyak pengguna bertanya langsung ke ChatGPT, Gemini, Perplexity, atau Google AI Mode dan menerima shortlist vendor tanpa harus membuka banyak hasil pencarian.
Perubahan ini dibahas dalam artikel Search Engine Journal tentang cara merestrukturisasi tim marketing dan budget untuk era AI search. Jason Shafton berargumen bahwa banyak organisasi marketing masih dibangun berdasarkan funnel lama: SEO mengejar ranking, content memproduksi artikel untuk SEO, paid search menutup gap yang tidak didapat organic.
Masalahnya, buyer journey mulai berubah. Jika calon pelanggan meminta rekomendasi langsung dari AI dan brand Anda tidak masuk jawaban, perusahaan bisa kehilangan opportunity tanpa pernah melihat impression, click, atau lead yang “hilang” tersebut.
Daftar Isi
- Kenapa Struktur Tim Marketing Lama Mulai Tidak Cukup?
- Apa Pertanyaan Pertama yang Harus Dijawab?
- Tiga Role Apa yang Perlu Berubah Lebih Dulu?
- 1. SEO Lead Berubah Menjadi AI Search Lead
- 2. Content Team Berpindah dari Volume ke Evidence
- 3. Digital PR Dipindah dari Brand Budget ke Performance Budget
- Apakah Perusahaan Harus Langsung Merekrut GEO Specialist?
- Bagaimana Contoh Pergeseran Budget Marketing?
- Kenapa Paid Search Tidak Dipotong Lebih Besar?
- Berapa Besar Budget yang Sebaiknya Dipindahkan di Awal?
- Bagaimana Menjalankan Restrukturisasi dalam 90 Hari?
- Minggu 1–4: Baseline
- Minggu 5–8: Jalankan Satu Pod
- Minggu 9–12: Bandingkan Outcome
- Kenapa Reorganisasi Harus Mengikuti Evidence?
- Apa KPI yang Harus Berubah?
- Bagaimana Mengukur AI Referral jika Traffic-nya Kecil?
- Kenapa Classic SEO Tidak Boleh Dihentikan?
- Apa Tiga Kesalahan yang Paling Memboroskan Budget?
- 1. Merekrut sebelum mengukur baseline
- 2. Mematikan SEO tradisional
- 3. Menjadikan AI search side project
- Bagaimana Membagi Ownership antara SEO, PR, dan Content?
- Apakah Digital PR Sekarang Menggantikan Link Building?
- Apakah Semua Brand Harus Memantau 20 Prompt?
- Apa Contoh Hasil Setelah Restrukturisasi?
- Bagaimana Menentukan Apakah Budget AI Search Layak Ditingkatkan?
- Apa Implikasinya untuk Generative AI Marketing?
- FAQ tentang Restrukturisasi Marketing untuk AI Search
- Apakah perlu membuat tim AI search terpisah?
- Berapa budget yang sebaiknya dipindahkan ke AI search?
- Apakah content volume harus dikurangi?
- Apakah paid search masih penting?
- Apakah SEO tradisional masih diperlukan?
- Apa KPI utama AI search?
- Kesimpulan
Kenapa Struktur Tim Marketing Lama Mulai Tidak Cukup?
Struktur lama mengasumsikan buyer akan melihat search results page, memilih link, lalu masuk ke website. AI search mengurangi ketergantungan pada langkah tersebut karena sistem dapat menyusun jawaban dan menyebut beberapa brand secara langsung.
Dalam digital marketing, organizational structure biasanya mengikuti channel yang dianggap paling penting. Jika buyer behavior berubah tetapi struktur tim tidak ikut berubah, budget akan terus diarahkan ke pekerjaan yang mungkin tidak lagi mencerminkan seluruh customer journey.
Artikel SEJ memberi contoh sebuah perusahaan software dengan tim marketing 12 orang. Mereka memiliki SEO agency retainer, content team yang menerbitkan delapan artikel per bulan, dan paid search lebih dari US$350.000 per tahun. Namun ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab memastikan brand direkomendasikan ChatGPT, jawabannya: tidak ada.
Itulah problem ownership yang menjadi pusat artikel tersebut.
Apa Pertanyaan Pertama yang Harus Dijawab?
Pertanyaan pertama bukan “tool AI visibility apa yang harus dibeli?”, tetapi siapa pemilik outcome AI search?
Jika tidak ada owner, pekerjaan seperti entity cleanup, citation monitoring, third-party validation, dan measurement akan mudah menjadi side project.
Menurut Shafton:
- untuk tim di bawah sekitar 20 orang, AI search bisa ditempatkan di bawah pemilik demand generation;
- untuk organisasi lebih besar, VP Marketing dapat memegang ownership langsung sampai motion-nya terbukti.
Ini bukan struktur universal. Prinsip yang lebih penting adalah AI search tidak boleh berada di area abu-abu di antara SEO, content, PR, dan paid media.
Tiga Role Apa yang Perlu Berubah Lebih Dulu?
Artikel SEJ menyarankan tiga perubahan scope sebelum perusahaan menambah headcount baru.
1. SEO Lead Berubah Menjadi AI Search Lead
Perubahan pertama adalah memperluas scope SEO lead dari “di mana kita ranking?” menjadi “di mana kita dikutip dan direkomendasikan?”
Ini berarti tanggung jawab tidak lagi berhenti di website perusahaan.
AI search lead perlu memperhatikan bagaimana brand direpresentasikan di:
- website sendiri;
- LinkedIn;
- G2;
- Crunchbase;
- Reddit;
- industry directories;
- publisher dan review site.
Penulis menyebut entity fragmentation sebagai problem yang sering ditemukan dalam audit. Contohnya, satu perusahaan memiliki dua nama brand, tiga domain, dan deskripsi perusahaan yang tidak konsisten.
Untuk model AI, inconsistency semacam itu dapat membuat entity signal menjadi lebih lemah atau ambigu.
2. Content Team Berpindah dari Volume ke Evidence
Perubahan kedua adalah mengurangi tekanan pada volume publishing dan meningkatkan kualitas evidence.
Alih-alih mengejar delapan generic posts per bulan, Shafton menyarankan lebih banyak resource diarahkan ke content yang memiliki hal unik untuk dikutip:
- original data;
- customer outcome dengan angka;
- expert commentary;
- structured content dengan klaim yang jelas;
- informasi yang tidak mudah ditemukan di website lain.
Intinya bukan selalu menerbitkan lebih sedikit. Yang berubah adalah KPI.
Jika content team hanya dinilai dari jumlah artikel, mereka akan terus menghasilkan volume. Jika mereka mulai dinilai dari citation earned, assisted pipeline, dan penggunaan content dalam buyer journey, perilaku tim juga akan berubah.
3. Digital PR Dipindah dari Brand Budget ke Performance Budget
Perubahan ketiga adalah memperlakukan digital PR sebagai bagian dari acquisition, bukan sekadar awareness.
Argumen Shafton adalah bahwa AI model banyak membangun keyakinan dari agreement lintas-sumber independen.
Karena itu, mention di:
- trade publication;
- review platform;
- community;
- industry directory;
dapat menjadi bagian dari AI visibility.
Ini membuat PR memiliki hubungan lebih langsung dengan discovery daripada model lama yang hanya mengukur share of voice atau brand reach.
Apakah Perusahaan Harus Langsung Merekrut GEO Specialist?
Tidak menurut framework di artikel sumber. Salah satu kesalahan yang disebut adalah hiring GEO specialist sebelum perusahaan punya baseline.
Shafton memberi contoh perusahaan yang membuka posisi senilai US$150.000 per tahun untuk fungsi yang bahkan belum pernah mereka ukur.
Masalahnya sederhana: jika belum tahu di mana citation gap berada, job description bisa dibangun berdasarkan asumsi.
Urutan yang lebih rasional:
Measure
→ Identify gap
→ Run experiment
→ Define ownership
→ Baru tentukan apakah perlu role baruBagaimana Contoh Pergeseran Budget Marketing?
Artikel SEJ memberikan contoh perusahaan dengan marketing spend US$60.000 per bulan.
Area | Sebelum | Setelah 1 Kuartal |
|---|---|---|
Paid Search | US$30.000 | US$24.000 |
Content | US$12.000 | US$10.000 |
SEO | US$8.000 | Masuk ke AI search program |
Brand / PR | US$5.000 | US$10.000 digital PR |
Tools | US$5.000 | US$6.000 |
AI Search Program | Belum ada | US$10.000 |
Contoh tersebut berasal dari pengalaman konsultasi penulis, bukan benchmark industri yang harus ditiru persis.
Prinsipnya adalah memindahkan sebagian budget dari channel existing ke eksperimen AI search tanpa membunuh channel yang masih menghasilkan.
Kenapa Paid Search Tidak Dipotong Lebih Besar?
Dalam contoh tersebut, paid search hanya dipotong sekitar 20%.
Alasannya bukan sekadar mempertahankan revenue. Paid search juga memberi data yang sangat berguna untuk mengetahui query mana yang memiliki buying intent.
Query tersebut kemudian bisa diuji di AI assistant.
Contoh:
Paid search:
"best contract management software for legal teams"
→ conversion tinggi
AI search test:
Apakah ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan AI Mode
merekomendasikan brand kita untuk intent yang sama?Jika paid search dimatikan sepenuhnya, tim bisa kehilangan signal yang membantu menentukan prompt paling bernilai.
Berapa Besar Budget yang Sebaiknya Dipindahkan di Awal?
Shafton memberi rule of thumb untuk memindahkan sekitar 15%–20% budget pada kuartal pertama, lalu membiarkan evidence menentukan pergeseran berikutnya.
Angka tersebut bukan standar universal.
Perusahaan dengan paid search sangat profitable mungkin hanya memindahkan sebagian kecil. Perusahaan dengan organic dependency tinggi dan AI visibility rendah mungkin memilih angka berbeda.
Yang penting adalah tidak melakukan dua ekstrem:
- tidak mengubah budget sama sekali;
- mematikan channel yang masih bekerja hanya karena AI sedang populer.
Bagaimana Menjalankan Restrukturisasi dalam 90 Hari?
Artikel SEJ menyarankan sequence tiga tahap: baseline, experiment, dan compare.
Minggu 1–4: Baseline
Uji 20 buyer queries dengan intent tertinggi di empat major AI assistants.
Catat:
- brand yang disebut;
- citation;
- kompetitor;
- perbedaan jawaban;
- source yang berulang.
Pada fase ini, jangan ubah headcount.
Shafton juga menyarankan memperbaiki entity fragmentation sambil mengumpulkan baseline.
Minggu 5–8: Jalankan Satu Pod
Bentuk pod kecil yang terdiri dari:
- AI search lead;
- satu content person;
- sebagian PR budget.
Fokus pada satu product line.
Sementara itu, bagian organisasi lain berjalan seperti biasa. Pendekatan ini menciptakan semacam control group agar tim dapat membandingkan outcome tanpa melakukan full reorganization terlalu cepat.
Minggu 9–12: Bandingkan Outcome
Bandingkan beberapa metric:
- citation rate;
- AI referral traffic;
- inbound deal yang menyebut AI tool sebagai source;
- perubahan visibility untuk test queries;
- kompetitor movement.
Jika hasilnya positif, baru tambah budget atau ubah struktur lebih permanen.
Kenapa Reorganisasi Harus Mengikuti Evidence?
Karena AI search masih berubah cepat. Membuat department besar sebelum motion-nya terbukti dapat menciptakan overhead tanpa outcome yang jelas.
Framework sumber menekankan:
Prove the motion
→ fund the motion
→ structure the orgBukan:
Create department
→ hire people
→ baru cari tahu apa yang dikerjakanApa KPI yang Harus Berubah?
KPI lama seperti ranking dan traffic tetap relevan, tetapi perlu ditambah metric yang menangkap AI discovery.
Area | KPI Lama | KPI Tambahan |
|---|---|---|
SEO | Ranking, organic clicks | AI mention, citation rate |
Content | Artikel diterbitkan | Citation earned, assisted pipeline |
PR | Media mention | Third-party citation footprint |
Demand Gen | Lead / pipeline | AI-assisted discovery |
Jangan mengganti semua KPI lama dengan metric AI. Tujuannya menambah visibility terhadap channel baru, bukan membuat tim mengejar vanity metric baru.
Bagaimana Mengukur AI Referral jika Traffic-nya Kecil?
AI referral traffic memang belum selalu besar, terutama dibanding Search atau paid media. Karena itu measurement perlu menggabungkan beberapa signal.
Contohnya:
- referral traffic dari AI assistant;
- self-reported attribution pada form;
- CRM field “how did you hear about us?”;
- sales call note;
- citation monitoring;
- brand mention frequency.
Shafton memberi contoh perusahaan yang setelah restrukturisasi mulai memasukkan assistant-referred demo requests sebagai tracked source dalam CRM.
Kenapa Classic SEO Tidak Boleh Dihentikan?
Artikel sumber menyebut memotong classic SEO menjadi nol sebagai salah satu dari tiga kesalahan besar.
Alasannya:
- AI assistant masih menggunakan search indexes;
- crawlability tetap penting;
- site speed tetap penting;
- well-ranked pages tetap bisa menjadi source;
- technical SEO masih menentukan accessibility.
Perubahan yang disarankan adalah rebalance, bukan mengganti SEO dengan GEO.
Jika tim Anda sebelumnya membahas AI visibility atau citation, artikel internal ChatGPT Resmi Jadi Very Large Online Search Engine di Uni Eropa dapat digunakan sebagai internal link silo setelah URL artikel sebelumnya diverifikasi.
Apa Tiga Kesalahan yang Paling Memboroskan Budget?
Artikel SEJ menyebut tiga kesalahan utama.
1. Merekrut sebelum mengukur baseline
Tanpa mengetahui gap, perusahaan belum tahu skill yang sebenarnya dibutuhkan.
2. Mematikan SEO tradisional
AI search tidak membuat crawling, indexing, dan ranking berhenti relevan.
3. Menjadikan AI search side project
Jika tidak punya owner dan budget line, pekerjaan akan kalah prioritas dari channel yang sudah memiliki target resmi.
Bagaimana Membagi Ownership antara SEO, PR, dan Content?
Ownership utama sebaiknya satu, tetapi execution tetap cross-functional.
Contoh operating model:
AI Search Lead
↓
-------------------------------
| Content | SEO | PR | Analytics |
-------------------------------
↓
Shared AI Visibility KPIAI search lead bertanggung jawab terhadap outcome.
Content membuat evidence. SEO menjaga technical accessibility dan entity consistency. PR memperkuat third-party validation. Analytics memastikan measurement tersedia.
Apakah Digital PR Sekarang Menggantikan Link Building?
Tidak secara penuh.
Shafton menggunakan analogi bahwa mention di publisher, review platform, dan community dapat melakukan pekerjaan serupa dengan backlink dalam konteks pembentukan credibility di AI systems.
Namun artikel tidak membuktikan bahwa mention tanpa link memiliki weight algoritmik tertentu atau bahwa backlink tidak lagi penting.
Praktik yang lebih aman adalah melihat PR sebagai sumber:
- third-party evidence;
- brand validation;
- entity reinforcement;
- referral;
- potential citation.
Apakah Semua Brand Harus Memantau 20 Prompt?
Angka 20 berasal dari framework penulis sebagai baseline praktis.
Untuk bisnis dengan product line banyak, jumlahnya bisa lebih besar.
Yang lebih penting adalah prompt tersebut memiliki:
- commercial intent;
- relevansi ke pipeline;
- representasi buyer journey;
- coverage atas category dan competitor comparison.
Seratus prompt low-value tidak otomatis lebih berguna daripada 20 prompt yang benar-benar dekat ke purchase decision.
Apa Contoh Hasil Setelah Restrukturisasi?
Artikel sumber memberi contoh perusahaan software yang disebut di awal.
Enam bulan setelah restrukturisasi, perusahaan tersebut muncul pada 12 dari 20 test answers, naik dari tiga sebelumnya. Demo request yang menyebut AI assistant juga mulai dicatat dalam CRM.
Headcount marketing tetap sama.
Ini adalah satu case study dari pengalaman penulis dan tidak boleh dibaca sebagai jaminan bahwa semua perusahaan akan mendapatkan improvement yang sama.
Bagaimana Menentukan Apakah Budget AI Search Layak Ditingkatkan?
Naikkan budget jika ada evidence bahwa program memengaruhi buyer discovery atau pipeline.
Beberapa signal yang bisa digunakan:
- citation rate meningkat;
- brand muncul pada lebih banyak high-intent queries;
- competitor gap mengecil;
- AI referral traffic naik;
- sales mulai menerima lead yang menemukan brand dari AI;
- content dengan original evidence lebih sering digunakan dalam citation.
Jika tidak ada perubahan, jangan otomatis menambah budget. Review hypothesis dan execution terlebih dahulu.
Apa Implikasinya untuk Generative AI Marketing?
Perubahan terbesar adalah marketing organization perlu mengikuti cara buyer benar-benar mencari keputusan.
Jika discovery bergerak dari:
Search query
→ SERP
→ website
→ comparisonmenjadi:
Question
→ AI answer
→ shortlist
→ deeper evaluationmaka struktur tim juga perlu memperhatikan visibility sebelum click terjadi.
Ini tidak berarti website kehilangan peran. Website tetap penting sebagai source, proof, destination, dan conversion surface.
FAQ tentang Restrukturisasi Marketing untuk AI Search
Apakah perlu membuat tim AI search terpisah?
Tidak selalu. Untuk tim kecil, scope AI search dapat ditambahkan ke SEO lead atau demand generation owner. Tim baru sebaiknya dibentuk setelah motion dan workload benar-benar terbukti.
Berapa budget yang sebaiknya dipindahkan ke AI search?
Artikel SEJ menyarankan rule of thumb 15%–20% pada kuartal pertama, tetapi angka tersebut adalah rekomendasi penulis, bukan benchmark universal.
Apakah content volume harus dikurangi?
Penulis menyarankan mengurangi volume generic content dan mengalihkan resource ke original data, customer outcomes, expert commentary, serta content yang memiliki evidence unik.
Apakah paid search masih penting?
Ya. Paid search masih memberikan conversion dan query-intent data yang berguna untuk menentukan prompt AI mana yang paling penting diuji.
Apakah SEO tradisional masih diperlukan?
Ya. Crawlability, technical SEO, ranking, site speed, dan accessibility tetap membantu website ditemukan oleh search engine dan berpotensi digunakan oleh AI systems.
Apa KPI utama AI search?
Beberapa KPI yang bisa ditambahkan adalah brand mention, citation rate, AI referral traffic, competitor visibility, dan inbound pipeline yang menyebut AI sebagai source discovery.
Kesimpulan
Restrukturisasi tim marketing AI search tidak harus dimulai dengan hiring besar atau mematikan channel lama. Framework Search Engine Journal justru menyarankan perubahan yang lebih bertahap: perluas scope SEO lead, ubah content dari volume ke evidence, perlakukan digital PR sebagai performance channel, lalu pindahkan sebagian budget untuk eksperimen.
Contoh penulis memindahkan sekitar 15%–20% budget pada kuartal pertama dan menjalankan sprint 90 hari: baseline, experiment, lalu compare. Reorganisasi permanen baru dilakukan setelah ada evidence.
Prinsip terpentingnya adalah ownership. Jika AI search tidak memiliki owner, KPI, dan budget line, channel ini akan terus menjadi side project meskipun buyer behavior sudah berubah.
Jika bisnis Anda ingin membangun AI visibility monitoring, content evidence system, marketing analytics, atau workflow Generative AI yang terhubung ke pipeline dan CRM, Anda dapat diskusikan kebutuhan teknologi bisnis kamu bersama tim teknis.




Komentar
Ada pertanyaan atau masukan? Tulis di kolom komentar!